Archive for July, 2007

Mau Sehat???Harus Berani Memaafkan…!!!!

Posted in KEHIDUPAN on July 22, 2007 by ricisan

Ingin hidup sehat, jangan berat hati memaafkan kesalahan orang lain. Penelitian menunjukkan, orang yang sulit memberi maaf lebih berisiko terkena serangan jantung dan penyakit berbahaya lainnya.

Dalam kondisi yang tidak mendukung, misalnya jalanan macet, cuaca yang panas, atau belum gajian, kemarahan orang lebih mudah tersulut. Hal-hal kecil bisa bikin kesal setengah mati bahkan sampai dendam berhari-hari.

Marah atau kekesalan emosi yang melonjak tinggi dijamin nggak sehat buat tubuh. Jika seulas senyum kecil saja melibatkan kontraksi ratusan jaringan otot dan syaraf, apalagi marah yang jelas-jelas menggunakan ekstra energi. Tubuh kita pastinya lelah banget!

Seseorang diminta bercerita tentang pengkhianatan yang pernah dialaminya. Selama bercerita peneliti mengukur tekanan darah, detak jantung, ketegangan di otot dahi, dan respon ketegangan di kulit.

Hasilnya, orang yang mudah memaafkan memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Sedangkan sebaliknya, orang yang sulit memaafkan atau masih menyimpan dendam, tekanan darahnya cenderung tinggi.

Ketika membicarakan sesuatu yang mengesalkan, tekanan darah seseorang cenderung meningkat. Tapi memaafkan kesalahan membuat orang marah jauh lebih sehat.

“Memaafkan bisa meningkatkan kesehatan karena mengurangi beban psikologis yang berat. Beban tersebut berasal dari stress tersimpan yang bersumber dari perasaan terluka atau tersinggung,” jelas Kathleen Lawler Ph.D kepala peneliti di Universitas Tennesse.

Memaafkan memang bukan hal yang mudah dan butuh latihan yang cukup sering. Tapi setelah anda menjadi orang yang pemaaf, dijamin pasti banyak perubahan hidup yang anda alami.

Orang yang pemaaf biasanya lebih berempati, hangat, dan menunjukkan banyak perilaku-perilaku positif. Mereka juga biasanya lebih rukun dalam berhubungan dengan orang-orang sekitarnya dan bisa mengkomunikasikan perasaannya lebih baik.

Sulit memaafkan orang? Kathleen Lawler menyarankan beberapa langkah berikut:

1. Hadapi kenyataan. Sakit hati atau kenyataan pahit memang sulit diterima. Tapi menerima dan berani menghadapi dengan ikhlas akan membuat anda lebih mudah memaafkan ketimbang menghidari atau menyangkalnya.

2. Berpikir dari sisi lain. Wajar saja ketika marah yang kita pikirkan hanya diri kita sendiri. Tenangkan diri sebentar, lalu coba bawa diri anda ke pikiran orang yang berbuat salah kepada anda. Coba pahami sebab dan apa yang membuat ia lakukan kesalahan pada anda. Latihan ini akan membuat anda mudah berempati kepada orang lain. Dengan berusaha memahami isi kepala si pembuat kesalahan, biasanya kita akan lebih mudah memaafkan.

3. Singkirkan dendam dan maafkan kesalahan. Siapa saja punya pilihan dalam hidup. Jika seseorang punya kesalahan, anda bisa memilih untuk memaafkan atau tidak memaafkan. Dari uraian di atas pastinya anda sudah semakin tahu mana yang anda pilih. Jika dengan memaafkan hidup lebih tenang dan badan lebih sehat, kenapa tidak dicoba saja?

Maaf adalah kata singkat yang kadang sulit diucapkan. Tapi sekalinya anda memberi maaf dengan ikhlas dan tulus anda akan mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke, ginjal, darah tinggi, atau kematian karena marah yang berlebihan.

Selain itu, memberi maaf bisa membebaskan anda dari rasa marah, depresi, kesal, dan bahkan bisa mendongkrak rasa percaya diri. Sedikit fakta, sebuah studi lain dari Universitas Michigan Amerika menemukan, orang berusia 18-40 tahun lebih sulit memaafkan ketimbang orang yang lebih tua dari usia tersebut.

By anonimouz

Cinta Yang Takkan Pernah Berakhir

Posted in Uncategorized on July 22, 2007 by ricisan

Cinta Yang Takkan Pernah Berakhir

Ada Cinta Yang Takkan Pernah Berakhir ( Love Never End ), ya ini lah dy…

cinta yang disertai dengan ketulusan dalam memberi tanpa pernah

mengharapkan orang lain untuk membalas kebaikan yang telah kita beri …

Menurut seorang Biksu dalam bukunya yang berjudul ” Bersahabat Dengan Kehidupan “

“kebahagiaan itu datang ketika kita berkeinginan untuk membahagiakan orang lain,

dan sebaliknya, penderitaan itu datang ketika kita mengharapkan orang lain untuk membahagiakan kita”

Bener ga ya?????

itu lah yang menjadi pertanyaannya….

cuma ada satu cara, yaitu buktikan dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan dengan sungguh-sungguh….

Silahkan menjadi orang-orang yang ikhlas membahagiakan orang lain tanpa berharap orang lain mau membahagiakan kita…!!!!

Love Never End

by ricisan

ZIONISME INTERNASIONAL Bag I

Posted in INFO DUNIA on July 22, 2007 by ricisan

“Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).”

(Qs: Al Anbiya :16 – 18)

Zionisme internasional (ashohyuniah al ‘alamiah). Latar belakang kenapa kita perlu membahas kajian ini adalah agar tumbuh kesadaran setiap muslim dan mukmin bahwa di dunia ini ada satu pertarungan, konflik atau konfrontasi yang bersifat abadi yaitu antara al-haq dengan al-bathil.

Zionis internasional sebagai sebuah institusi atau organisasi internasional yang paling utama memerangi al Islam wal Muslimin.

Zionisme sebagai sebuah faham juga sebagai institusi, lembaga atau organisasi internasional memiliki kekuatan utama berupa orang-orang Yahudi. Dalam organisasi Zionisme orang Yahudilah yang merupakan inner corr dari organisasi itu. Kalau kita membaca kitab-kitab sejarah maka kita akan menemukan bahwa WZO (World Zionism Organization) sesungguhnya organisasi yang barangkali usianya sekitar satu abad lebih. Dia didirikan pada  akhir abad 19, dengan tokohnya yang bernama Theodore Hertzhel. Perlu juga diketahui bahwa gerakan Zionisme internasional ini adalah sebuah gerakan Yahudi yang didirikan dengan maksud utamanya adalah untuk menghimpun bangsa Yahudi seluruh dunia yang berasal dari mana pun agar mereka bisa menyatukan kekuatan demi tegaknya negara Zionisme yang disebut dengan Israel.

Semenjak  mereka mengadakan kongres ke-I di Bersley, Swiss pada akhir abad 19 atau kira-kira tahun 1886 M, maka mereka berjuang keras untuk menyatukan potensi dan berbagai jenis kekuatan, baik kekuatan intelektual, financial, politik dan sebagainya demi tegaknya secara formal negara zionis Israel. Dan ternyata mereka dengan kesungguhannya betapapun dalam kebathilan, akhirnya mereka mendapatkan buah dari jerih payah mereka pada tahun 1948; dimana kita ketahui mereka telah menetapkan bahwa bumi Palestina itulah sebagai tempat dimana mereka akan mendirikan Israel raya itu.

Dipilihnya bumi Palestina sebagai sasaran bukan sebuah kebetulan. Kalau dikaitkan dengan gerakan Zionisme maka dipilihnya bumi Palestina karena di dalam bumi Paletina itulah terdapat suatu bukti yang disebut dengan bukit Zion. Karena bukit Zion itu adanya di Palestina, itulah kemudian  gerakan Zionisme ini mendapatkan momentumnya yang lebih optimal. Sehingga lebih mudah untuk memancing bersatunya bangsa-bangsa Yahudi di dunia.

Namun demikian walaupun Zionisme ini sudah barang tentu menimbulkan suatu kekuatan pada skala global internasional yang begitu hebat untuk kepentingan kebathilan yang begitu mengerikan dan mengkhawatirkan. Tetapi sebagai sebuah wakil dari kebathilan sebenarnya sudah ada sebelum terbentuknya organisasi Zionisme internsional itu. Sudah ada perwakilan kebathilan itu termasuk dalam hal ini perwakilan kebathilan yang lagi-lagi tetap menjadikan bangsa Yahudi sebagai inner corr nya, sebagai inti daripada gerakan kebathilan itu.

Sebagai contoh misalnya: kita mengenal adanya sebuah harokah, sebuah gerakan skala internasional bernama Freemanssonri yang merupakan suatu gerakan yang bersifat underground. Di dalamnya mereka menghimpun berbagai personil, tokoh-tokoh, dari berbagai bangsa dan negara untuk berhimpun menjadi satu. Dengan tetap yang menjadi inner corr  adalah al Yahud.

Kembali ke masalah Zionisme. Perlu diketahui bahwa gerakan Zionisme ini telah mengeluarkan semacam daftar agenda program yang sangat terkenal dengan sebutan Protokolat Zionisme. (Kutipan dari buku “Freemassonri Yahudi Melanda Dunia Islam”, Ade el Mardedek. Penerbit Gema Syahidah Bandung, halaman 106). Ada sebuah kisah ditemukannya protokolat Yahudi. Sesungguhnya telah banyak dokumen-dokumen Freemassonri Yahudi yang ditemukan seperti asas Freemassonri yang dirahasiakan atau yang terselubung, kode-kode rahasia dan lambang-lambang yang dirahasiakan semacamnya itu. Jadi artinya kita pun sebenarnya bisa melihat sampai di masyarakat kita lambang-lambang, simbol-simbol Freemassonri termasuk simbol-simbol dari gerakan Zionisme sudah cukup mewabah. Kita bisa lihat di pinggir-pinggir jalan sudah ada graviti atau coret-coret gambar bintang David atau gambar bintang normal tapi diletakkan terbalik yang sesungguhnya merupakan simbol kekuatan iblis atau syaithan. Simbol-simbol seperti ini sudah lama ditemukan, namun dalam konteks yang akan kita bahas ini yang sifatnya berupa sebuah tulisan yang teratur, sistematik mengenai agenda-agenda dan rencana jahat mereka.

Kelompok Yahudi sendiri mengakui bahwa kebocoran protokolat ini akibat seorang Ghoyyim, anggota Freemassonri yang munafik. Ghoyyim ini artinya kelompok orang-orang non Yahudi namun mereka bisa juga dilibatkan dalam gerakan Freemassonri asal dia dinilai telah lulus beberapa ujian-ujian. Rupanya ada seorang Ghoyyim anggota Freemassonri yang dinilai oleh pimpinan Freemassonri telah munafik (istilah kita adalah insilah atau futur). Dialah yang membocorkan protokolat itu. Mereka masuk ke dalam tubuh Freemassonri  hanya untuk mencuri dokumen ini sejak dari awal. Dokumen protokolat yang dinamakan juga dengan program ke-7 dicuri oleh seorang wanita cantik yang sengaja dimasukkan orang untuk memata-matai kelompok Freemassonri. Sedangkan wanita ini berasal dari kelompok anti Freemassonri. Maka semenjak saat itulah Freemassonri tidak lagi menerima keanggotaan perempuan, dia hanya menerima keanggotaan laki-laki. Dokumen itu sesungguhnya berasal dari tahun 1897 M bertepatan dengan berdirinya Zionisme.

Di luar sidang di Bersley, Swiss itu terdapat sidang rahasia yang diberi beban untuk menyusun program perjuangan Yahudi. Jadi mereka punya semacam gerakan yang diformalkan. Dalam hal ini rapat Zionisme internasional yang pertama di Swiss itu adalah sebuah bentuk konfrensi yang terbukanya. Tapi dibalik itu ada sebuah meeting yang tertutup, seccret meeting, yang di dalam itulah disusunnya atau mereka para anggotanya dibebani tugas rahasia untuk menyusun program perjuangan Yahudi pada tahun 1901-1903.

 Koran Rusia bernama Moskowskia Wisdomoski menyiarkan program ke-7 itu secara berurutan. Pada bulan Agustus 1903 disiarkan oleh koran Snamja. Pada tahun 1905 Prof. Seergeinilus menerjemahkan dokumen itu ke dalam bahasa Rusia menjadi sebuah buku dan bahkan diterbitkannya setelah buku itu beredar di pasaran. Di Bulan Januari 1917, beredarlah buku program ke-10. Peredaran buku-buku tersebut membangkitkan kemarahan orang-orang Yahudi Rusia karena mendapat tekanan dari Tsar (penguasa Yahudi saat itu). Tunggu Kelanjutannya…….

Ekspresi Nasionalisme Simbolik diantara Integrasi dan Demokrasi

Posted in ABOUT ACHEH on July 18, 2007 by ricisan

PAKAH yang menghubungkan keping-keping peristiwa di
Ambon, Jayapura dan Banda Aceh akhir-akhir ini? Pada 29 Juni lalu, 28 orang berpakaian tradisional ala cakalele, lengkap dengan parang, tombak, dan tameng merangsek masuk ke lingkaran dalam pengamanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang tengah menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional di Lapangan Merdeka, Ambon. Mereka hendak mengibarkan bendera Rakyat Maluku Selatan (RMS) di depan Presiden.

Selanjutnya pada 3 Juli, sekelompok penari adat asal Manokwari membentangkan bendera Bintang Kejora pada upacara pembukaan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua di GOR Cendrawasih, Jayapura. Selang empat hari, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mendirikan Partai Gam dengan mempertahankan bendera bulan sabit-bintang berwarna putih dengan latar warna merah dan garis hitam sebagai lambang partai tersebut. Atribut bendera bulan sabit-bintang ini lalu ditutup Kepolisian Kota Besar Banda Aceh karena dinilai merupakan simbol perjuangan kemerdekaan.

Secara gampangan, sebagian kalangan menyebut tiga keping peristiwa itu sebagai ekspresi nasionalisme etnik (ethnic nationalism). Yakni sentimen dari anggota-anggota suatu ethnonation yang dimobilisasi untuk memperjuangkan kedaulatan bagi komunitas etnik mereka. Ethnonation merujuk pada komunitas orang yang memaknakan identitas politik mereka dengan mengklaim hak untuk menjalankan kedaulatan.

Nasionalisme etnik mendapat legitimasinya dari budaya, bahasa, suku, ras, agama, pengalaman sejarah, dan/atau mitos nenek moyang yang sama, dan menggunakan berbagai kriteria itu untuk memasukkan atau mengeluarkan orang ke dalam dan dari kelompok nasional (Jack Snyder, 2003).

Nasionalisme ini tumbuh karena kelompok etnik menghadapi ketidakadilan di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya berupa pengabaian, eksploitasi, dominasi, kolonialisasi internal, represi, diskriminasi atau aneksasi (Nasionalisme Etnik, 2004).

Buat saya, anasir yang menyeruak di media
massa kelewat menyederhanakan masalah. Kalangan parlemen berhaluan nasionalis misalnya, menganggap setiap hal yang “menabrak” nasionalisme
Indonesia sebagai separatisme atau upaya melawan dan bahkan memberontak terhadap Republik. Di sinilah urgensi meneropong persoalan kasus per kasus (case by case), agar diperoleh kesimpulan dan penyelesaian yang arif.

Dalam kasus penyusupan unsur RMS di acara Harganas yang dihadiri Presiden Yudhoyono, anasir bahwa nasionalisme etnik terlibat dapat dibenarkan. Bendera RMS—kendatipun gerakan yang dipimpin Alexander Hermanus Manuputty itu hanya didukung 50 kepala keluarga di Pulau Haruku—menyimbolkan dan sekaligus mewakili kehendak untuk memisahkan diri dari Republik.

Bagi RMS, nasionalisme etnik adalah modal sekaligus kekuatannya. Ia dipetik dari unsur-unsur primordial setempat yang kemudian menjadi identitas lokal. Lalu, nasionalisme etnik tadi juga dibentuk, dirawat dan didukung faktor internasional.

Dalam wawancara dengan sebuah koran ibukota, Manuputty mengakui bahwa penyusupan itu terencana dan dilakukan guna menunjukkan eksistensi gerakan yang diproklamasikan Chr. Soumokil, 25 April 1950 tersebut. Manuputty terus mengobarkan nasionalisme etnik Maluku Selatan dari Amerika, tempat dia mengisi ideologi perjuangan dan mencari dukungan internasional. Sebagai pengusung nasionalisme etnik Maluku Selatan, Manuputty terus berusaha untuk memperoleh hak self determination, memperoleh kedaulatan, meraih kemerdekaan, dan menjadi bangsa yang berdaulat.

Inilah yang membedakan kasus penyusupan penari cakalele dengan insiden pembentangan bendera Bintang Kejora dan digunakannya bendera bulan sabit-bintang sebagai lambang Partai Gam. Bintang Kejora sejauh ini dipandang masyarakat Papua sebagai ekspresi kultural atau budaya setempat. Karena itu Majelis Rakyat Papua tengah mengusulkan agar Bintang Kejora ini ditabalkan sebagai bendera Papua dalam Rancangan Perda Khusus tentang lambang daerah dan bendera daerah.

Menurut Pasal 2 ayat 2 UU 21/2002 tentang Otonomi Khusus untuk Papua, provinsi ini dibolehkan memiliki bendera daerah sebagai panji kebesaran dan simbol kultural bagi kemegahan jati diri orang Papua. Selain itu, Papua dimungkinkan memiliki lagu daerah. Namun dua hal ini tak menyimbolkan kedaulatan. Ketentuan tentang lambang daerah, bendera dan lagu, ini diatur dengan Perdasus yang saat ini baru diajukan MRP.

Sayangnya, elite politik, petinggi polisi dan TNI sering terjebak dalam intellectual cul de sac (keliru menyimpulkan) saat menyikapi peristiwa-peristiwa di lanskap kebangsaan. Pembentangan Bintang Kejora secara miopik dinilai sebagai bentuk nyata makar terhadap Republik. Atau tindakan separatisme alias upaya memisahkan diri dari Republik. Memang, Bintang Kejora pernah menjadi lambang Organisasi Papua Merdeka ketika gerakan ini pertama kali terbentuk tahun 1964 lalu. Karena menjadi simbol separatisme OPM, sejak 1964 Bintang Kejora dilarang dikibarkan oleh pemerintah pusat.

Tapi, mengidentikkan Bintang Kejora sebagai OPM yang separatis jelas tidak kontekstual dan ahistoris. Faktanya, masyarakat Papua merasa memiliki bendera tersebut dan menempatkannya sebagai sumber pemberi identitas lokal. Presiden Abdurrahman Wahid membolehkan pengibaran Bintang Kejora, karena pertimbangan itu. Menganggap Bintang Kejora adalah OPM dan simbol separatis sama dengan memberi hak hidup kepada OPM. Klaim atas Bintang Kejora seharusnya dibiarkan hidup di sanubari orang Papua, yang mayoritas tak terkait dengan OPM.

Demikian pula bendera GAM. Betul belaka jika Gerakan Aceh Merdeka pernah mengikhtiarkan kemerdekaan bangsa Aceh dan lepas dari Republik sepanjang 1976 hingga 2005. Tapi, ekspresi separatisme itu sudah dikunci dengan ditekennya Nota Kesepahaman (MoU) RI-GAM di Helsinki, 15 Agustus 2005.

Menurut Nota Kesepahaman ini, GAM diperbolehkan mendirikan partai lokal di Aceh. Dalam butir IV.1 disebutkan, anggota GAM tidak boleh lagi memakai seragam atau atribut militer lain setelah penandatangan MoU. Apakah bendera bulat sabit-bintang itu merupakan atribut militer?

Jelas bukan. Bendera bulat sabit-bintang itu sudah melekat pada GAM sejak 1976. Bagi GAM, ini adalah sumber identitas. Tapi, jelas bukan ekspresi atau ikhtiar untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Aceh. Merujuk ke MoU dan UU 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh, seluruh anggota GAM saat ini adalah orang Republik dan wajib mempertahankan NKRI. Gerakan bersenjata tak boleh lagi menjadi instrumen perjuangan GAM.

Karena itu, MoU Helsinki mengamanatkan agar GAM berjuang di jalur politik lewat partai lokal. Seluruh anggota GAM dapat bersaing untuk memperebutkan kursi DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota di Aceh (PP 20/2007 tentang Partai Lokal di Aceh). Partai lokal itu pun tak boleh dijadikan GAM sebagai instrumen untuk keluar dari Republik, termasuk memaksakan referendum.

Pasal 81 UU 11/2006 menyatakan partai lokal berkewajiban: mengamalkan Pancasila, melaksanakan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lain serta mempertahankan keutuhan NKRI. Jadi, kendatipun GAM bersikukuh menggunakan bendera bulan sabit-bintang, sebenarnya tak bermasalah.

Yang harus dicela, jika Partai Gam yang diketuai Malik Mahmud mengusung kembali ide kemerdekaan dan meluluhlantakkan bangunan perdamaian yang dijahit sejak ditandatanganinya MoU di Helsinki. Namun, kurang elok jika bangsa ini bereaksi secara emosional dengan simbol-simbol yang dipertahankan GAM. Bukankah GAM di
sana sekadar nama yang sudah diputus dari sejarahnya sebagai Gerakan Aceh Merdeka? Seyogyanya, bangsa
Indonesia segera melepaskan diri dari nasionalisme yang hanya bersijingkat dengan simbol-simbol. [a]….
Reporter : Moh Samsul Arifin*

 

Akankah Indonesia terpecah seperti negara lainnya yang sudah duluan merasakan integrasi…???

cuma waktu yang bisa menjawabnya….

Tuhan, Agamamu Apa…???

Posted in KEHIDUPAN on July 13, 2007 by ricisan

“Tuhan, Agamamu Apa..???”

Itulah Sebuah Kalimat yang pernah saya baca dan tertulis dibaju seseorang aktivis berhaluan kiri, mungkin namanya juga harus dirahasiakan, lagipun bukan itu yang akan kita bahas sekarang…heheheheeeee

yaaaaaa…….itulah sebuah Kalimat yang sampai saat ini masih menyisakan berjuta jawaban yang harus dijawab bagi siapapun yang bisa menjawabnya…terus terang aja yaaaa…sampai sekarang semenjak aq membaca tulisan itu, aq masih sempat bertanya2 di hati baik secara langsung maupun tidak langsung…

ya……tapi aq yakinkan bagi diriku, itu ga perlu sama sekali untuk aq pikirkan…bisa gila aq ntar…hahahahaaaaaa……

tapi kalo secara subjektif, pertanyaan diatas tadi sangat menarik….

kenapa menarik….

karena sebenarnya pertanyaan diatas tadi, kalo dilihat dari penulisan dan kepada siapa ditanyakan…

1 . pertanyaan tadi ditujukan hanya kepada TUHAN….ya, kepada Tuhan….bukan kepada manusia…karena sesungguhnya cuma Tuhan yang mampu menjawab pertanyaan itu, dan beberapa teka-teki tentang nya….hahahahaaaaaaaa……nah itu dy yang jadi masalah, karena pertanyaan itu ditujukan kepada Tuhan, kita sama sekali tidak berhak untuk menjawabnya…….

karena jika di ilustrasikan seperti gambaran sebuah bola….maka…

pikiran kita ini adapat digambarkan sebagai bola kasti atau pun yang lebih kecilnya lagi yaitu bola pimpong….

dan Pikiran Tuhan adalah Bola basket ataupun bola yang lebih besar beribu-ribu kali dari bola kasti maupun bola pimpong….

jadi ketika kita mau menjawab pertanyaan tadi, pikiran kita sama sekali tidak sanggup untuk menjangkaunya…dan sekali lagi saya bilang, sangat2 tidak mungkin untk menjawabnya….karena itu ukurannya lebih besar dari bola kasti dan bola pimpong yang kita ilustrasikna tadi….

2 . Ada Banyak manusia yang MERASA mampu menjawabnya.

nah aneh bukan….

setelah kita ketahui, bahwa hanya tuhan yang mampu menjawab pertanyaan ini, tapi sebagian kita sebagai manusia merasa sangat mampu untuk menjawabnya secara benar, padahal seperti yang kita ketahui lagi, kemampuan manusia menjawab pertanyaan itu hanya sebatas perspektifnya saja, dan tidak lebih dari itu…dan kemungkinan lainnya adalah adanya kepentingan lainnya dalam menjawab pertanyaan diatas, seperti..

Read more »