Archive for January, 2008

Lelaki yang sejati

Posted in Uncategorized on January 26, 2008 by ricisan

 Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada disebalik itu…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari jumlah tanggungjawab yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari rajinnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Sabar itu iman…
Duit bukan kawan…
Dunia hanya pinjaman…
Mati tak berteman…

terima kasih buat teman yang telah memposting ini di blog,nya saya minta ijin untuk mempostingnya kembali di blog saya, karena saya merasa ini penting bagi kita semua lelaki untuk kembali kepada hakikat kita seorang “PRIA SEJATI”

disini…..

Posted in KEHIDUPAN on January 26, 2008 by ricisan

Di sini ada cerita
Tentang cinta
Tentang air mata
Tentang tetesan darah

Disini ada cerita
Tentang kesetiaan
Juga pengkhianatan

Disini ada cerita
Tentang mimpi yang indah
Tentang negeri penuh bunga
Cinta dan gelak tawa

Disini ada cerita
Tentang sebuah negeri tanpa senjata
Tanpa tentara
Tanpa penjara
Tanpa darah dan air mata

Disini ada cerita tentang kami yang tersisa
Yang bertahan walau terluka
Yang tak lari walau sendiri
Yang terus melawan ditengah ketakutan!

“kita hidup di dunia terbalik dari dunia yang mungkin (teodesi Leibeniz); ketika kebohongan di bicarakan setiap hari, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran, dan ketika kebenaran yang sesungguhnya di ungkap, orang akan menganggapnya sebagai sebuah kebohongan” (jay geeps)

kata2 yang saya ambil dari sebuah blog temen, dan juga FS temen…

kata2 yang sangat menggugah hati….

semoga perjuangan ini tidak pernah berakhir seperti tetesan darah mereka yang gugur ketika berjuang melawan ke tiranian…

Pulanglah (buat Munir Said Thalib)

Posted in KEHIDUPAN on January 26, 2008 by ricisan

 Padi menguning tinggal di panen
Bening air dari gunung
Ada juga yang kekeringan karena kemarau

Semilir angin perubahan
Langit mendung kemerahan
Pulanglah kitari lembah persawahan

Selamat jalan pahlawanku
Pejuang yang dermawan
Kau pergi saat dibutuhkan saat dibutuhkan

Keberanianmu mengilhami jutaan hati
Kecerdasan dan kesederhanaanmu
Jadi impian

Pergilah pergi dengan ceria
Sebab kau tak sia sia
Tak sia sia
Tak sia sia
Pergilah kawan
Pendekar

Satu hilang seribu terbilang
Patah tumbuh hilang berganti
Terimalah sekedar kembang
Dan doa doa

Suci sejati, suci sejati

* Munir Said Thalib  adalah pejuang hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia. Beliau telah mati dibunuh.

” diambil dari sebuah blog temen, menurut saya MUNIR memang seorang pejuang yang memang mati raganya, tapi tak pernah mati jiwanya…

terima kasih untuk yang memposting tulisan ini sebelum saya, dan yang menuliskannya…

Kenapa Harus Aku…???

Posted in Uncategorized on January 23, 2008 by ricisan

kenapa harus aku….

 

iya…

itulah pertanyaan yang tepat, bagi kita yang mungkin sekarang dalam kedaan yang sangat membuat kita sangat tertekan…

 

bisa jadi dalam keadaan penuh masalah..

 

bisa jadi dalam keadaan menyesal dengan sangat terhadap apa yang telah terjadi…

 

dan bisa saja dalam kondisi dan situasi yang lain…

 

masalah….

 

ini yang menjadi objek sesungguhnya dalam kehidupan tiap manusia…

 

karena manusia, hanya mampu untuk menjadi subjek atau pelaku….

 

masalah…

jika dipandang dari satu sisi…

memang, sesuatu yang sangat tidak kita ingin rasakan atau dapatkan…sesuatu yang membuat hidup ini menjadi susah, sesuatu yang membuat hidup ini terusik…

pokoknya sesuatu yang rasanya sama sekali tidak enak lah…

 

namun disatu sisi…

masalah, merupakan jalan2 pendewasaan karakter…

merupakan alat indikator dalam menentukan, seberapa bijaknya si subjek menghadapi masalah yang ada…

 

seberapa kuat subjek bertahan dalam posisi yang membuat dy terusik, terancam, gelisah, kawatir dan sebagainya…

dan akhirnya menjadi seorang spesialis terhadap penyakit yang dipanggil masalah….

 

dari dua sisi paradigma dalam menilai “masalah” inilah, kita mampu melihat dimana sih kita harus memposisikan diri…

 

apakah kita memang diciptakan sebagai pengeluh…yang menempati urutan pertama dalam tulisan saya ini, ataupun menjadi bijaksana ketika memposisikan diri di urutan kedua…

 

kita lah yang menentukan..!

bukan Tuhan…!

bukan Nasib…!

bukan orang tua…!

bukan teman…!

bukan pacar….!

dan bukan subjek lainnya…

 

kita lah yang menentukannya….

mereka hanya sebagai aktor yang mempengeruhi garis kehidupan kita, dalam konteks duniawi, karena ketika kita bicara dalam konteks ukhrawi, maka Tuhan memiliki peranan penting dalam membuat skenario kehidupan seseorang, namun dibalik semua itu, manusia lah yang menjalaninya, dan memilih…

 

kembali kepada apa yang kita sebut dengan “masalah”.

 

masalah, adalah sebuah objek nyata..!

mungkin dengan bentuk yang beragam, namun rasanya pasti sama, yaitu PAHIT.

 

sebagai manusia, PAHIT, PEDIH, SAKIT, PERIH, dll…dalam wujud permasalahan yang beragam, pasti selalu akan di temui dalam kehidupannya, namun, yang menjadi intinya adalah…

walaupun dengan kuantitas rasa yang sama, tapi kenapa ada orang yang tidak mampu untuk menjalaninya, melewatinya dan terkadang harus lari darinya untuk selama-lamanya…

kenapa??

disinilah, level manusia itu terlihat, ada yang bijaksana, ada yang egois, ada yang pemarah, malah ada yang aneh…

heheheheee…termasuk saya…

 

apa yang sebanrnya yang membedakan kita dengan orang lain, dalam melihat sebuah permasalahan..??

 

inilah yang harus kita temukan, lalu kita upgrade hingga kita selevel dengan mereka yang disebut “ bijaksana”

 

kita, sejak lahir telah memiliki sesuatu yang berbeda dengan orang lain, walaupun dalam bentuk dan wujud yang sama yaitu manusia, namun perbedaan inilah yang lalu membuat kita membuat kita mampu merubah diri, hati dan pikiran menjadi lebih jernih terhadap penyakit (baca : masalah )…

 

kalo menurut penglaman valid yang aq lalui dalam hidup ini, aq sendiri menyimpulkan ada beberapa perbedaan yang membuat kita istimewa dengan manusia yang lainnya yaitu:

1 . kemampuan melihat penyakit menjadi obat yang menyembuhkan.

2 . kemampuan me manage emosi diri kearah positif

3 . kemampuan berpikit objektif dalam kerangka tidak dalam satu pemikiran.

4 . kemampuan untuk bertahan

5 . kemampuan melepas kacamata dalam menilai, merasakan, dan mengungkapkan.

 

Nah ini dy, yang sebenarnya menurut aku, lebih cocok dikategorikan dalam variable hal – hal yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya.

5 kemampuan kita diatas sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter kita, baik itu yang mengarah ke pada pilihan menjadi bijaksana, ataupun pada tataran menjadi orang yang egois dan pengeluh.

 

Nah…

 

Ini pilihan khan??( jawab aja dihati )

 

“ Kenapa Harus aku..!!!

 

Pertanyaan itu terjawab sekarang…..

 

Mari masukkan semua variable itu dalam menelaah pertanyaan singkat diatas….

 

“ setiap permasalahan yang datang, semua itu tidak dapat ditolak, Cuma ada satu pilihannya, yaitu Terima, bener khan???

Nah setelah kita terima, ada banyak opsi lain yang membuat kita tetap harus berapa pada banyank pilihan, salah satunya yaitu, apakah harus mengeluh??ataukah menerima semuanya denga ihklas??

 

Dalam konteks ini, mari kita terima semua permasalahan yang ada dengan ikhlas, dan rubah paradigma pikiran, dengan membuang atau membuka dan mungkin saja membersihkan kacamata yang saat ini masih sangat kotor, dan alirkan emosi positif keseluruh tubuh dengan bersikap tenang dan santai  yang kemudian hal ini akan membawa kita untuk berpikir objektif dalam menilai, merasakan dan mengungkapkan

“ Kenapa Harus Aku…!

 

Dan dibalik kebijaksanaan diatas tadi, pentingnya untuk bertahan tanpa keluhan akan membuat kita menjadi seseorang dengan level di atas “ BIJAKSANA ”

 

Alangkah indahnya hidup, ketika kita mampu menjangkau semua itu…

 

Dan semua itu bukan mimpi….

 

Kita yang memilih…

Dan kitalah yang menentukan garis kehidupan kita…

 

Jangan pernah menyerah kalah dengan kehidupan, karena kemenangan jauh lebih indah bung…!!!

 

01.22 / kamis,240108 ricisan