Mengapa Harus JAVA….?????????


Sering kali ada pertanyaan mengenai mengapa harus Java bukan PHP, dan kapan pakai PHP dan kapan mengembangkan solusi dengan Java.

Pertanyaan ini sering terjadi, dan di era AJAX, dengan lahirnya ActiveGrid sebagai solusi PHP yang memungkinkan terjadi session clustering, yang artinya membuat PHP menjadi berskala Enterprise. Membuat PHP menjadi solusi pilihan yang menarik.

Dimana kekuatan Java?

Kekuatan Java No. 1: Container Oriented Development

Sebenarnya kekuatan Java terletak pada mekanisme pemograman yang menghasilkan container, dimana container yang dihasilkan merupakan subcontainer baru. Sebagai contoh adalah implementasi Java Collection. Kasus lainnya adalah implementasi Java menjadi middleware (JavaEE, XMLRPC, SOAP-RPC), atau database (Derby, HSQL). Dimana hal ini tidak dapat dilakukan oleh sebuah aplikasi berbasis scripting seperti PHP.

Contoh implementasi dilapangan adalah dengan mengembangkan sebuah mekanisme yang dapat mereturn objek, dalam sebuah pemanggilan fungsi, dimana objek yang direturn adalah objek yang lain.

Kekuatan Java No. 2: Generator Engine

Pernah dibayangkan mengembangkan sebuah aplikasi yang sangat sering dilakukan, alias berulang-ulang dilakukan dalam pengembangan aplikasi. Untuk membuat ini sering kali melahirkan sebuah skema yang umum.

Bilamana pemograman menggunakan sebuah mekanisme yang selalu sama, dapat menggunakan Pattern, sedangkan implementasinya dapat menggunakan Framework, tetapi ternyata ada kekuatan lain yang membuat sebuah kode yang mana kode tersebut menghasilkan kode baru, ini disebut code generator.

Contoh yang dapat dilakukan adalah bilamana kita mengembangkan aplikasi dengan IDE untuk JSF atau IDE untuk Swing, mekanisme ini digunakan, setiap kita melakukan sesuatu, langsung terjadi code baru dengan scriptnya.

Didunia Open Source Java ada sebuah projek yang menggunakan metode ini, dengan menyisipkan code tambahan di remark untuk menghasilkan code lainnya, mekanisme ini telah menjadi salah satu urat nadi untuk mengefektifkan pengembangan Java, dan tentu saja tidak ada diteknologi lain selain Java, yaitu XDoclet (http://www.xdoclet.org).

Ada teknologi lainnya yang semula diciptakan nuntuk menggantikan JSP yang terkenal dengan sebutan the darkness of Java, karena mekanisme complie on the fly, yaitu Velocity dari Apache, yang mana merupakan implementasi runtime engine bukan compile on the file.

Ternyata Velocity telah bertransformasi menjadi sebuah engine code generator, artinya kita hanya perlu mengimplementasikan sebuah Java Collection dan dilempar kedalam container Velocity, ditambah dengan template + script kecil didalam Velocity, langsung menghasilkan code baru.

Mekanisme yang lebih hebat lagi adalah dengan berhasilnya membuat sebuah UML menjadi sebuah bahasa yang menghasilkan aplikasi yang berbasis MVC, lalu M-nya langsung menggenerate database yang ada, dan semau ini hanya dilakukan dengan satu perintah saja, yaitu ant.

Hasil akhir dari kegiatan ini adalah sebuah aplikasi yang siap pakai, dan database yang telah terupdate, serta isinya yang otomatis diisi (DbUnit).

Yang lebih lengkap lagi, setelah proses itu semua, hasil akhirnya di testing menggunakan metode Extreme Programming menggunakan JUnit. Mekanisme ini tidak dapat dilakukan bilamana kita menggunakan aplikasi scripting, dan lebih tepat lagi bagi aplikasi berbasis OOP yang komunitasnya tidak hidup.

Dunia Java adalah gabungan antara komunitas yang berjualan dan komunitas pengembang (Open Source), yang menghasilkan inovasi tanpa habis.

Momentum dari implementasi Generator ini adalah lahirnya Compiere yang merupakan seubah ERP yang bekerja dengan generator, satu engine generator yang menghasilkan module ERP. Yang lebih hebat lagi, Compiere juga Open Source, sekali setting aplikasi berbasis Desktop (Swing) dan Web (HTML) langsung tergenerate on the fly.

Sayangnya Compiere mengimplementasikan tidak dengan standar, untuk aplikasi yang mirip Compiere yang berbasis dari OMG (Open Management Group) yang mengimplementasikan MDA adalah OpenCRX dengan engine OpenMDX.

Kekuatan Java No. 3: Standar dan Open Source

Kelemahan Java adalah tidak dapat melakukan multiple inheritance, dimana C++ dapat melakukan, untuk mengatasinya diperlukan implementasi interface, tetapi tetap saja ini bukan inherit.

Kita harus berterimakasih dengan Sun yang merupakan salah satu perusahaan kelas dunia yang sangat komit dengan teknologi terbuka, juga berterima kasih, karena bisnis intinya bukan perangkat lunak, jadi agenda locking didalam perusahaan ini adalah sebuah wancana yang tidak pernah terealisasi.

Sun juga karena kehandalannya mengembangkan Solaris, yang merupakan sistem operasi paling aman dimuka bumi, dan berita tergresnya Solaris juga di Open Sourcekan. Tetapi tentu saja gerakan Solaris ini tidak ada apa-apanya dengan Java.

Java telah diubah dari sebuah teknologi milik Sun, menjadi teknologi milik JCP, yang keputusan pengembangan ditentukan menjadi anggotanya, bilamana pembaca ingin menjadi anggotanya, dapat mendaftar, bilamana personal, pendaftaran adalah gratis. Brazil merupakan negara pertama yang menjadi anggota di JCP.

Java dengan kekuatan 950 anggota yang terus bertambah, sedang bertransformasi menjadi bahasa digital formal, seperti halnya bahasa inggris pada kehidupan nyata, digabung dengan projek Open Source Java yang saat ini telah menjadi No. 1 dimuka bumi. Membuat Java diramalkan tetap ada sampai 100 tahun kedepan.

Interaksi antara bisnis dan kesenangan terjadi didalam Java, malah dengan terbentuknya gerakan ABG (Academy, Busienss and Goverment) secara global, dan berinteraksi menggunakan Internet sebagai fondasi kolaborasi, telah membuat Java terus menutupi kekurangannya.

Beberapa prinsip diantaranya adalah “Bilamana Anda mengembangkan sebuah aplikasi tahun ini 6 bulan, dengan mengerti kekuatan Java, akan dapat dilakukan dengan 1 bulan”.

Mekanisme ini mirip dengan hukum Moore, yang mana mengatakan prosessor akan bertambah kecepatan secara doble. Didalam dunia sinergi antara bisnis dengan komunitas, akan terjadi kecepatan yang kurang lebih sama. Tentu saja bagi mereka yang tidak dapat mengikut, akan menganggap ini sebagai chaos, karena investasi yang dilakukan akan basi. Tetapi ini sangat menguntungkan pemakai akhir, karena investasi yang sama akan bernilai lebih mengikuti waktu.

Tentu saja tanpa kekuatan Container dan Generator diatas, Java mau standard atau Open Source, tetap merupakan sebuah aplikasi pengembangan yang memerlukan resource besar, sehingga lebih mahal.

Kekuatan Java No. 4: Enterprise Computing (Distributed and Clustering)

Java telah dipakai oleh banyak perusahaan besar seperti Amazon, EBay, dan hampir semua Fortune 1000, salah satu fiturnya adalah kemampuan menghandle transaksi yang tinggi, dan dapat hanya menggunakan komputer yang biasa saja dengan mekanisme scale-up, artinya pasang satu, bilamana kurang tambah lagi. Hal ini searah dengan kecepatan prosessor yang semakin cepat.

Kekuatan lainnya dari Java didunia High Availability adalah memungkinkannya dicluster dari cache, object, sampai session dalam satu kesatuan, yang tentu saja menghasilkan cheap high performance solution.

Kekuatan Java No. 5: Marketing Spending, Shared Brand Value

Faktor lain pemilihan teknologi adalah “Sebuah teknologi akan bertahan selain secara arsitektur harus bagus, memiliki dana promosi juga dapat menjadi sarana kolaborasi antara perusahaan dan komunitasnya”. Apakah teknologi yang Anda gunakan telah mengusung ini semua?.

Contoh lainnya adalah bilamana setiap vendor HP seperti Nokia, SonyEricsson atau Motorola melakukan promosi, atau mengedukasi pengembangan aplikasi game, apakah sebenarnya yang mereka promosikan? handphone mereka atau Java? Apakah ada yang berani melawan genderang perang perusahaan kelas wahid?

Gara-gara marketing spending yang sangat besar, sampai dianggap “the hottest technology” abad ini, Java malah telah bertransformasi dari sebuah teknologi yang berarsitektur bagus, secure, menjadi sebuah merek paling bernilai dimuka bumi ini. Hanya sayangnya nilai mereknya terpecah-pecah kesemua perusahaan pemakai Java. Ini adalah model branding modern.

Bilamana kita berpikir merek seperti Coca Cola, Pepsi, Windows ataupun MacOS, kita langsung tahu ini adalah merek-merek milik perusahaan pengembangnya. Dunia Java berbeda, kue Java telah terbagi, seperti di pasar Enterprise Commercial ada Weblogic (Bea) dan Websphere (IBM), dunia Open Source (Apache, ObjectWeb, Eclipse), ataupun dunia aplikasi siap pakai (Compiere), dan penulis sampai hari ini belum menemukan mekanisme menilai “brand value” dari sebuah merek bernama Java ini.

Dapat dibayangkan bilamana Java hancur, bagaimana dengan investasi IBM, Oracle, Nokia ataupun SAP, terakhir adalah RedHat (dengan mengakusisi JBoss, seharga 350 juta dollar).

Apakah mereka akan tetap bluechip? Bilamana mereka saja berani, mengapa Anda tetap bertahan di teknologi yang lebih kurang menjanjikan? 10 investasi Open Source projek terbesar tahun 2005, di dunia 8 diantaranya adalah investasi baru Java.

diambil dari detikinet.com

dan ditulis oleh :

Penulis, Frans Thamura, adalah CEO Meruvian dan Intercitra Prima Integrasi, dua institusi bidang pelatihan serta pengembangan teknologi Java dan OSS. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail frans[at]meruvian.com

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s