NLP(Neurolinguistic Programming) ala Richard Binder & John Adler


Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak  laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &  kerapihan
rumah dapat  ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur Dan  suami
serta anak-anaknya  sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat  tidak suka kalau karpet  di rumahnya kotor.
Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya  gara-gara melihat jejak  sepatu di atas karpet, Dan suasana tidak enak akan  berlangsung seharian.
Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini  mudah sekali terjadi  terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang  psikolog bernama Virginia  Satir, dan menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh  perhatian, Virginia Satir  tersenyum & berkata kepada sang ibu :

“Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang  akan  saya katakan”
Ibu itu kemudian menutup matanya.

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang  bersih mengembang, tak  ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu,  bagaimana  perasaan ibu?”
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah,  mukanya yg murung berubah cerah.
Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak Ada   seorangpun di rumah ibu.
Tak Ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar  gurau  canda dan tawa ceria  mereka.
Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu  kasihi”.

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya  langsung menghilang, napasnya mengandung isak.
Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas  membayangkan apa yang
tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

“Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat  jejak  sepatu & kotoran  disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah,  orang-orang yang ibu  cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka
menghangatkan hati ibu”.
Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman  dengan visualisasi tsb.

“Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya 

 “Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi  masalah  buat ibu?”

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika Kita  melihat dengan sudut yang  tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat  secara positif”.

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh  soal  karpetnya yang kotor,
karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu,  keluarga yg dikasihinya  ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir  adalah seorang psikolog  terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler  untuk menciptakan NLP  (Neurolinguistic Programming) .
Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing,  yaitu bagaimana Kita  ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita sehingga  sesuatu  yg tadinya negatif  dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan
mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya  makan mie instan, karena
itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa  menonton  TV, karena itu
artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe,  atau di tempat mesum.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang  banyak  hal, karena itu
artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu  artinya saya bekerja Dan  digaji tinggi

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus  saya bersihkan, karena
itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu  artinya saya cukup makan

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung  hari, karena itu artinya  saya masih mampu bekerja keras

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang  pemerintah, karena itu  artinya masih ada kebebasan berpendapat 


9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg  membangunkan  saya, karena itu
artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup

 

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s