Aceh Dan Problema Mesum Yang kiat meningkat seiring dengan membudayanya kembali syariat Islam


Video Seks Pejabat Abdya Beredar di Internet

Banda Aceh, acehkita.com. Video seks yang melibatkan DD, pejabat Dinas Informasi Komunikasi, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan seorang bawahannya, ES, kini beredar luas di Internet.

Video sebanyak 11 scene yang direkam dengan kamera telepon selular itu di-upload di situs komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus. Hingga berita ini ditulis (10.42 WIB), thread skandal pejabat di Aceh ini telah dilihat sebanyak 5.158 kali. Kaskuser (anggota komunitas Kaskus) juga telah menjadikan thread ini favorit.

“Sebenarnya ada satu video mesum antara pria bule dan cewek lokal (Aceh), tapi gw blom dapat, semoga dalam waktu dekat dah bisa kita saksikan bersama,” janji anggota Kaskus yang meng-upload video tersebut.

Menurut catatan situs berita acehkita.com, video ini merupakan skandal seks pertama di Aceh yang bocor ke publik dan beredar luas di Internet. Sebelumnya, di Kaskus juga beredar video yang disebut-sebut dari Aceh. Tapi, ternyata video mesum itu berasal dari negeri jiran, karena menggunakan bahasa Melayu yang kental.

Rekaman mesum pejabat Abdya itu beredar ke publik setelah ES, kekasih pejabat Abdya, memperbaiki handphone-nya yang rusak. Saat itulah, video dalam format 3.gp itu beralih tangan dan menyebar.

Setelah video itu menyebar, DD dan ES menghilang. Kabar terakhir, mereka telah dipecat dari tempat kerjanya.

Sejak 2001, Pemerintah memberlakukan syariat Islam di Aceh dalam bidang minuman keras, mesum, dan perjudian. Pascapenerapan syariat Islam, banyak kasus-kasus mesum yang mencuat ke publik. Kasus yang paling teranyar adalah ditangkapnya Ketua Pengadilan Negeri Sabang, Puji Wijayanto, saat berdua-duaan dengan seorang wanita, Rina Riada, di sebuah kamar hotel di Sabang, menjelang tengah malam.

Sementara di Abdya, Darus Hutni, seorang anggota polisi ditangkap bersama kekasihnya, Evi Susanti, di dalam mobil di ujung landasan pacu Bandara Susoh. Menurut pengakuan Evi Susanti, mereka telah melakukan hubungan intim. Hal ini dibuktikan dengan adanya bercak darah di jok mobil tempat mereka melakukan perbuatan haram di luar nikah tersebut.

 

Disadur dari

Harian Aceh Kita

Edisi 17 April 2007


 

 

Aceh Dan Problema Mesum Yang kiat meningkat seiring dengan membudayanya kembali syariat Islam

Ada Apa dengan aceh dan trend mesum???

kenapa diaceh timbul trend MESUM baru- baru ini???

apa yang membuat rakyat aceh semakin cinta dengan apa yang disebut mesum???

begitu senangkah mereka melakukan mesum dinegeri Syariat ini???

Sudah bosankah mereka dengan Syariat Islam???

Atau Mungkin memang moral rakyat aceh sudah hilang…!!!

==================================

Aceh, yang dahulunya negeri yang pernah menjadi pusat peradaban islam dibawah pemeritahan Sultan Iskandar Muda dan juga pernah melahirkan ulama-ulama besar serta memiliki pemerintahan yang berbasiskan islam secara KAFFAH kini setelah puluhan tahun terpuruk akibat konflik yang berkepanjangan mulai bangkit dengan kembali ingin megulang sejarah kejayaannya yaitu awalnya dengan kembali menjadikan aceh berstatus negeri syariat dengan menerapkan syariat islam dalam perilaku sehari-hari, dibentuknya Wilayathul Hisbay atawa Polisi Syariat telah menunjukkan pemerintah mulai serius dengan Syariat Islam, dan keseriusan itu juga terlihat tidak berhenti di situ saja, disahkannya qanun-qanun yang mengatur tentang syariat islam juga menjadi sebuah petunjuk bagi kita agar bener-bener menjaga perilaku kita agar tidak melanggar syariat.

Seiring dengan penerapan syariat islam yang kurang lebih telah berjalan dalam kurun waktu 3 tahun, ternyata banyak terjadi penentangan baik itu secara sembunyi-sembunyi maupun sacara terang-terangan yang dilakukan oleh masyarakat biasa, maupun aktivis-aktivis yang umumnya membela kaum perempuan, namun yang akan kita saya bahasa pada tulisan kali ini adalah penentangan-penentangan secara terbuka orang – orang yang saya anggap di sini tahu namun tidak mau tahu.

Lihatlah harian Serambi Indonesia di http://www.serambinews.com edisi Jum’at/13 April 2007, dan baca kilasan berita ini

==============================================================

Ketua PN Sabang Dicokok dari Hotel

“ Diduga Berbuat Mesum

Ketua PN Sabang beriisial PW (40) bersama RR (32) wanita yang bukan istrinya ditangkap Polisi Militer TNI AL (POMAL) lanal Sabang sekitar pukul 24.00wib Rabu(11/4). Pasangan ini diduga telah berbuat mesum di kamar hotel milik TNI AL, yaitu mess Pamen Samudera Sabang. Petugas POMAL berusaha mengintrogasi PW, mengapa dia berada dikamar bukan muhrim tengah malam. Pw menyatakan dia hanya melakukan kunjungan silahturhmi kekamar RR dan tidak melakukan perbuatan mesum. Tetapi ketika petugas POMAL menanyai kepada RR pad tempat yang terpisah, RR mengakui berterus terang bahwa selam satu jam berada didalm kamar, sebelum digerebek, mereka sempat melakukan hubungan intim dan hanya satu kali.

==============================================================

 

Sangat jelas bukan??? PW yang menjadi tersangka adalah ketua Pengadilan Negeri Sabang dengan RR seorang lulusan akademi kebidanan yang ternyata telah memiliki suami dan 3 orang anak, PW yang semestinya menjadi pengambil kebijakan terhadap nesib seseorang yang telah melanggar hukum saat ini malah harus menunggu nasibnya diputuskan,

 

bukan hanya ini, di blang pidie seorang oknum polisi ditangkap karena telah melakukan mesum dalam mobil dengan bukti ketika tertangkap ES tersangka wanita sedang menghilangkan noda bercak darah yang menempel diJok mobil , simak kilasan beritanya

di :

http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1774

 

Aneh bukan???semuannya terjadi di negeri yang notabenenya sedang menerapkan sebuah Sistem Syariat yang mengatur hubungan antar sesama manusia menurut ajaran yang paling sempurna, yaitu “islam”

 

Problema mesum yang hadir diaceh baru2 ini semakin membuat sebagian orang geram, aceh baru saja ditimpa bencana gelombang raksasa TSUNAMI 2 tahun lalu, dan itu juga anggapan sebagian orang akibat perilaku wajah-wajah aceh yang kian bobrok dan semakin mendekati hina melebihi binatang, mesum yang juga dianggap sebagai salah satu faktor pembawa bencana kini kembali mencuat ke permukaandan manjadi bagian yang tidak dipisahkan dalam proses pelaksanaan syariat islam diaceh,

Aceh yang penuh dengan budaya keislaman kini mulai menjadi sebuah negeri yang kehilangan jati diri seiring dengan pengeruh globalisasi yang terus menerus merongrong aceh dengan budaya lokalisasi dan prostitusi.

ada kegelisahan sebenarnya dari sang penulis ketika nanti aceh akan menghadapi arus globalisasi pada tahun-tahun kedepannya nanti ketika melihat aceh sekarang yang bernasib seperti ini,

ditambah lagi dengan beberapa oknum-oknum yang memaksa seorang remaja wanita dan remaja pria utnuk bermesum, tepatnya di kawasan pantai lampuuk, ironi bukan…!!!

bagaimana ini bisa terjadi diaceh???

apa hal-hal yang mendasari perbuatan mesum itu, apalagi mesum dibawah paksaan segelintir orang..!!!

jujur sebenarnya ada rasa malu dihati ini ketika melihat beberapa video mesum yang dibuat diaceh, ntah ini upaya untuk mencegah syariat islam, atau juga ada maksud2 lain yang mungkin penulis tidak mengerti…

 

diakhir kata, penulis cuma ingin mengingatkan sesama kita, mesum itu sama dengan zina, dan itu dosa besar, mungkin bagi sebagian orang, dosa adalah hal yang biasa, oke..silahkan..

tapi tolong jangan kotori aceh dengan hal-hal yang berbau maksiat apalagi dengan hal-hal mesum, yang memuakkan, silahkan keluar aceh kalo mau mesum, khan itu intinya..

 yah… semoga saja dengan adanya tulisan ini, membuat kita semakin sadar kalo aceh saat ini sedang dibawa ke sebuah era dimana didalam era tersebut akan ada banyak tangan-tangan yang akan mengotori aceh dengan sikapnya…

30 thoughts on “Aceh Dan Problema Mesum Yang kiat meningkat seiring dengan membudayanya kembali syariat Islam

  1. Mr,Nunusaku

    Kita jangan lupa tentang semua peristiwa yang terjadi diseluruh Indonesia,
    Karena banyank terdapat dalam lingkaran iblis NKRI….,

    “Dusta beranak dusta” dan tipu menipu tukang hasut yang didatangkan
    dari RI Pusat (Jawa) masuk kedaerah, Aceh, Maluku, dan Papua.

    Seperti penulis Adijonto katakan; Gajah dengan Gajah berkelahi, anak daerah mati ditengah-tengah. Ada pikiran serta mata memandang melihat
    sandiwara yang dimainkan oleh Wong Jowo pusat.

    (Sentilan renungan) untuk dapat analisa siapa mereka yang sebanarnya !

    Reply
  2. Jii.agam

    sebagai generasi Aceh yang berada diluar daerah saya merasa sedih dan malu, apalagi dengan pemberlakuan Syariat Islam yang diharapkan dapat menjauhkan Aceh dari Bala yang lebih besar. bukankan telah dibentuk Polisi Syariat yang bertugas mengamankan dan mengawasi jalannya Syariat Islam si NAD. dengan harapan para WH selaku penegak Syariat Islam tidak berbuat curang dengan memberlakukan Hukum bagi Orang lain yang bersalah sedangkan bila anggotanya yang bersalah didiamkan saja. semoga kedepan acen semakin jaya

    Reply
  3. ardi

    Aneh bukan???semuannya terjadi di negeri yang notabenenya sedang menerapkan sebuah Sistem Syariat yang mengatur hubungan antar sesama manusia menurut ajaran yang paling sempurna, yaitu “islam”

    ————–

    pake syariat itu aja …. banyak yang mencuat, kl gak pake syariat .. mungkin tdk banyak mencuat (karena : dianggap biasa)

    mencuat karena dianggap salah !, coba kl dianggap tidak salah ^_^ gak bakalan mencuat

    Reply
    1. ricisan

      hehehe….analisa yang tepat pak, tapi memang begitu adanya, semakin tinggi sebuah pohon, maka angin yang menerpa pun akan semakin kuat…Aceh menjadi salah satu pohon tinggi itu dengan menerapkan syariat islam…
      Terima kasih

      Reply
  4. hoes

    yang pokok jgn salahkan islam dan aceh deh..ya yang nama nya manusia semua sama baik di sumatra jawa sulawesi sama aja tuh ada yang baik dan tidak. kalo dulu aceh dikenal dengan keagamaan nya yang tinggi itu karena efek negatif dari tehnologi informatika masih sangat minimal ,tapi sekarang info yang didapat di aceh dan luar aceh sama saja tidak bsa diprotek….
    apalagi seni budaya lokal tak diminati oleh warganya sendiri lebih suka yang bule punya jadi deh klop

    Reply
    1. ricisan

      Sepakat dengan pak Hoes…bukan Islam dan Acehnya yang salah, tapi manusia yang menjalankannya yang memiliki pandangan berbeda dalam memandang kebaikan,,,salam hangat.,

      Reply
  5. hom hai

    udah….. ngapain ribut2?! nikmati aja,,,,,,,, lagian kapan lg klo g skrg….
    dari pada kita ngesek ma jawa terus???? kapan lagi bangsa kita berkembang biak,,ya g????????
    hehehehehehehehehehehehehehehehehehehe…………………………………………………………………………………………….

    Reply
  6. zulfa ibnu

    berhentilah bicara lewat hukum, bicaralah dengan hati dan rasa. pasti kita berhenti sex action. kalau bicara dengan hukum keadaan tambah subur. Fakta : seandainya ganja tidak di kejar oleh aparat hukum, harganya lebih murah dari rumput untuk makanan Sapi.

    Reply
  7. Teuku izz pasee

    Assalamualaikum aceh kita com dalam hal ne saya mengirimkn pesan singkat untk penyelamatan aceh kpd pemimpin aceh(gubernur,ulama n umara) untk segera mengeluarkan uu mesum dgn verifikasi atau sidak ke kampus2 yg ada di nad n smu n smp n buat pemeriksaan rutin setiap hr n buat tim penyelidik bekrja sama dg dinas kesehatan mulailah dilakukan dalam tahun ni biar generasi ga jd generasi kafir n dikembalikan kepada kesucian..amiin semoga dijalankan ni

    Reply
  8. abu chiek

    Nyan ka kupateh…. Nanggroe ka kaco habeh, uroe kiamat ka di teuka. meunan cit le masalah hana bereh…. Preh mantong tsunami ke dua… jeut di tampoe mandum ureung-ureung peubut durjana. Ureung yang kon ureung aceh,, ka di peuget lage sandiwara…. Bah jitak lee geulante ban mandum.

    Reply
  9. dedi

    orang aceh cuma bisanya ngomong syariat.tapi tempat mesum sengaja di buat.tempat hiburan terselubung menjamur…apanya yang syariat?…masyarakt aceh sebenar ny gk jauh beda sama.orang2 di luar aceh sana.cuma beda di jelbab aj,itupun karna terpaksa.

    Reply
    1. ricisan

      dedi..pandangan orang diluar aceh tentang aceh dan mereka yang tinggal pasti lah berbeda, dan itu merupakan rahmat, namun jika mereka yang diluar sana menghakimi apa yang terjadi disini dengan sudut pandang mereka, pertanyaan saya…”apa urusan mereka dengan Aceh dan kami…!”

      Reply
  10. ricisan

    dedi.
    sedikit menanggapi komentar saudara, silahkan anda lihat masalahnya dalam sudut pandang yang berbeda, jangan meng-generalisir semua kesalahan yang dibuat beberapa oknum yang tidak suka dengan Syariat Islam menjadi kesalahan orang aceh secara keseluruhan, karena itu cara pandang yang salah, analoginya, jika ada salah seorang warga negara indonesia yang menjadi pelacur, apakah kita semua termasuk pelacur…???

    jawabannya pasti tidak, dan jika anda mengatakan bahwa itu karena terpaksa, ya silahkan berikan bukti kongkrit, apakah ada survey atau penelitian yang menunjukan hal itu, jangan2 anda hanya be-retorika disiang bolong…
    hehehee…

    salam hangat.
    ricisan

    Reply
  11. rokisyah

    Ya saya setuju sperti komen kawan-kawan semua. memang benar banyak orang-orang yang berpangkat dan berduit bisa membeli apapunyang dia mau, termasuk membeli harga diri seorang wanita sehingga wanita terpengaruh oleh uang dan menyebabkan dirinya menjadi nista dimata tuhan dan hambanya. minimnya nilai-nilai agama dan kepercayaan pada tuhan telah menghalalkan segala kehendak nafsu syaitan yang sudah mempengaruhi cara dia berpikir, sungguh sebuah aib bagi citra dan budaya aceh. sudah selayaknya orang-orang yang berbuat nista di aceh tidak usah menyebut dirinya dengan kata”saya orang aceh ” TQ

    Reply
  12. Faustus Benjamin Eberle

    I have mastered some points through your blog post post. One other stuff I would like to state is that there are lots of games available on the market designed mainly for toddler age children. They involve pattern acceptance, colors, family pets, and shapes. These typically focus on familiarization instead of memorization. This helps to keep little children engaged without feeling like they are learning. Thanks

    Reply
  13. john

    Ada orang bilang Senin Kamis Masuk telur Medan ke Aceh. Sabtu Minggu keluar Telur Aceh ke Medan. Sudah tentu bukan orang Asing, Betul…….??

    Reply
  14. nakal

    semakin banyak nya polisi syariat islam di aceh. Semakin banyak nya orang yg ber buat mesum. Apa lagi yg melakukan nya banyak dr kalangan PNS DN anggata dinas dan bahkan polisi syariat sendiri yg melakukan per buatan mesum juga. Jadi bagamana kita tuntas kan per buatan itu, kalau penegak hukum yg melakukan nya juga. Siapa yg harus kita percaya…?

    Reply
  15. Ketua FPIA ALASGAYO

    biasa itu… dinegara arab aja banyak jerjadi perjinahan yang dihukum rajam… apa lagi aceh yang baru belajar menerapkan syariat… mari kita dukung PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI ACEH
    Siapa yang berbuat bener2 dihukum dengan syariat.. ALLAHUAKBAR

    Reply

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s