Sirene Tsunami Berbunyi, Warga Panik


Banda Aceh,  Ribuan warga
Kota Banda Aceh dan Aceh Besar panik, akibat sirene tsunami yang dipasang di kompleks masjid Kajhu, Kecamatan Baitussalam, tiba-tiba berbunyi tanpa sebab, Senin (4/6), Akibatnya, warga berlarian ke perbukitan menjauh dari pantai.

Zulhanis (24), seorang warga Kajhu, mengatakan, dia dan temannya memacu sepeda motor lari ke Darussalam, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kampungnya. “Warga panik semua. Kedai yang lagi dibuka ditinggalkan begitu saja,” kata Hanis kepada acehkita.com.

Dia mengisahkan, banyak perempuan di desanya yang histeris dan menangis sambil membawa lari anak-anaknya yang masih kecil. Akibat kepanikan luar biasa terhadap munculnya gelombang tsunami, sejumlah warga mengalami kecelakaan lalulintas.

Selain warga Kajhu, warga Desa Baet, Labui, Lambada, dan Neuheun juga melarikan diri. Bahkan, ada yang melarikan diri ke Blang Bintang dan Jantho.

Sejumlah polisi terlihat berupaya mengamankan warga yang dilanda panik. Kapoltabes Banda Aceh, Komisaris Besar Zulkarnaen, dan
Wakil Walikota Banda Aceh Iliza Saaduddin Djamal terlihat turun ke lokasi bunyi sirene. Zulkarnaen mengatakan, saat sirene meraung-raung membuat warga panik, dia sedang berada di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, yang berjarak lebih dari 10 kilometer. “Saat
mendengar bunyi itu, saya tidak ngeh, karena saya pikir itu bunyi ambulans. Tapi setelah saya cek, rupanya bunyi sirene tsunami,” kata Zulkarnaen kepada acehkita.com.

Kapoltabes yang sedang memberi bahan di sebuah pelatihan di Kuta Baro langsung terjun ke lokasi. Di Simpang Tungkop, kata dia, ratusan kendaraan terjebak macet. “Bahkan, ada satu motor yang menabrak tiang listrik,” kata dia. “Saat itu, saya mengimbau warga untuk tetap tenang karena tidak ada tsunami.”

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Aceh, Syahnan, yang turun ke lokasi mengatakan, sirine tsunami berbunyi akibat kesalahan pada sistem. “Sirene ini berbunyi tanpa ada gempa dan tsunami. Ini murni kesalahan, tidak disengaja dan direkayasa,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya sedang mengecek apa kesalahan yang membuat sirene itu berbunyi sendiri. “Kita belum tahu apa kesalahannya,” ujarnya. “Saya meminta maaf atas kejadian ini.”

Pascatsunami, BMG memasang enam sirene tsunami di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sejak dipasang, belum pernah diujicoba. Sirene ini langsung dikendalikan di pusat pengendalian gempa dan tsunami nasional di Jakarta dan di
Medan (untuk regional).

Banyak pihak yang kesal dengan kesalahan sistem sirene sehingga berbunyi tanpa sebab. “Kok bias begini?” kata seorang warga Kajhu. Saat dia mengetahui berbunyinya sirene dikarenakan kesalahan teknis, warga ini malah menimpali. “Kok bisa segampang itu dibilang kesalahan teknis. Kami sudah takut gara-gara ini,” kata gadis itu, yang mengaku melarikan diri ke Blang Bintang, Aceh Besar. acehkita.com.

inilah akibatnya kalo sirene berbunyi tapi tsunaminya ga da, akibatnya ada orang2 yang bertabrakan karena panik dan lari luntang lantung..kasian banget mereka ya…yang menjadi pertanyaannya, kenapa sirine itu bisa berbunyi sendiri??? ada memang karena konslet, atau salah pencet, atau juga memang ada maksud untuk membuat warga panik???memang baru ada tiga opsi yang mungkin saja bisa benar salah satunya, ataupun bisa juga salah semuannya, ternyata trauma tsunami 2 tahun yang lalu memang sama sekali belum lenkang dari ingatan kita semua, dimana tsunami meluluhlantakan aceh dan meyapu rata seluruh pantai yang ada diaceh hingga yang sisa hanyalah puing-puing diatas tumpukan mayat-mayat tak teridentifikasi yang berserakan bagai sampah, isak tangis warga yang kehilangan secara langsung maupn tidak langsung marupakan gema kepedihan yang mampu kita dengar saat itu, itulah bencana internasional yang telah membuat 3 generasi aceh hilang dan menelan jumlah korban lebih dari dua ratus lima puluh ribu lebih tewas yang kemudian dikubur diperkuburan massal danribuan jiwa terlunta-lunta tanpa memiliki apapun…

itulah cerita singkat sirien yang berbunyi karena kesalahan teknis ketika trauma2 orang-orang aceh masih melekat dan terbayang dengan jelas, semoga saja hal seperti itu tidak terulang lagi…

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s