ARTIKEL SERIAL RAMADHAN (Bagian ke-12)


MELEJITKAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL DI BULAN RAMADHAN

Tanpa terasa, Ramadhan yang agung telah hadir kembali di tengah
kehidupan kita. Syukur yang tak terhingga kita ucapkan kepada Allah
swt., karena Dia memberikan kesempatan kepada kita untuk memasuki bulan
suci-Nya yang mulia ini. Bulan yang selalu didamba kehadirannya oleh
Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, karena di dalamnya berlimpah
rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Pada bulan suci ini diturunkan Al-Quran. Kitab suci yang memberikan
pencerahan nurani dan jiwa kita semua. Yang membebaskan kita dari
belenggu-belenggu nafsu syahwat kita, yang membebaskan kita dari
kesempitan dunia menuju kelapangan agama. Di bulan ini, para malaikat
berbondong turun menebarkan rahmat pada semesta. Mereka turun pada malam
paling agung, yang dikenal dengan Malam Seribu Bulan (Lailatul Qadr).

Bulan suci yang Allah janjikan bagi pelakunya yang ikhlas dan penuh
harap ridha-Nya, akan mendapatkan ampunann-Nya yang luas. Bulan yang di
saat buka doa-doa tidak lagi terhalang hijab untuk dikabulkan oleh-Nya.

Ia adalah bulan “perburuhan” untuk merapat ke hadirat Allah. Bulan amal
dalam bentuknya yang sempurna. Bulan yang andaikata orang tahu apa yang
ada di dalamnya, pastilah mereka akan mendambakan semua bulan menjadi
Ramadhan.

Ramadhan, sebagaimana yang Allah sinyalir pada surat Al-Baqarah ayat 183
adalah tangga ampun menggapai takwa dan ridha Tuhannya. Maka, sungguh
amat beruntung seseorang yang memasuki gerbang Ramadhan dengan lapang
dada, berkat kerinduannya yang terpendam sekian lama.

Kerinduan yang memuncak ini, akan membuatnya mengisi bulan ini dengan
amal-amal saleh, yang akan mengantarkannya ke gerbang kekudusan
Tuhannya. Baginya, puasa dianggap kesempatan terakhir untuk beramal,
sebab bukan tidak mungkin di tahun mendatang dia dipanggil harus
menghadap Tuhannya. Maka, sungguh merugilah seseorang yang memasuki
bulan Ramadhan ini, namun tidak mendapat ampunan Allah kala keluar darinya.

Ramadhan akan melahirkan sosok manusia yang memiliki kecerdasan
emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi. Orang yang
berpuasa akan mampu menajamkan makna spiritualitasnya saat ia mampu
menjadikan Ramadhan sebagai wilayah God Spot dengan nuansa Rabbani yang
kental.

Apa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual (SQ) itu? Danah Zohar dan
Ian Marshal mendefinisikan SQ sebagai kecerdasan untuk menghadapi
persoalan makna atau nilai. Yaitu kecerdasan perilaku dan kehidupan
dalam konteks yang lebih luas dan kaya. SQ adalah kecerdasan untuk
melihat bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna
dibandingkan dengan orang lain. SQ adalah pondasi yang diperlukan untuk
memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. SQ merupakan kecerdasan tertinggi
kita (Danah Zohar dan Ian Marshal, SQ : Spiritual Intelligent,
Bloombury, Great Britain).

Pendidikan yang Luar Biasa

Pada bulan Ramadhan, kita diajarkan untuk mengendalikan emosi kita
secara matang. Ramadhan mengajarkan kita agar mampu menahan lapar dan
haus serta menahan hawa nafsu seksual. Yang menurut Al-Ghazali, dalam
buku master-piece-nya Ihya’ Ulumuddun, dianggap puasa kalangan “awam”.
Ramadhan mengajarkan sesuatu pada bukan hanya menahan lapar dan haus
serta dorongan nafsu seksual. Kita diajarkan untuk mengendalikan emosi
kita.

Tak heran jika Rasulullah sering bersabda, bahwa sekian banyak manusia
yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, karena dia tidak mampu
menahan emosinya. Puasanya dia kotori dengan umpatan dan cacian, dengan
kebohongan dan keculasan, dengan adu domba dan merendahkan sesama. Suatu
saat Rasulullah bersabda, “Jika ada seseorang yang mencaci dan
mengajakmu melakukan pertarungan, katakan padanya saya sedang puasa,
saya sedang puasa.”

Sabda Rasulullah di atas mengandung makna bahwa seseorang yang berpuasa
selama Ramadhan, hendaknya mampu menaklukkan emosinya, bahkan pada
tingkatan dia dicaci maki. Satu pendidkan pengendalian emosi yang sangat
luar biasa.

Ramadhan akan menciptakan sebuah “ruang hangat” bahwa kita bukan hanya
meningkatkan kadar kecerdasan emosional. Namun, pada saat yang bersamaan
kita akan mampu menggenjot kecerdasan spiritual. Kita akan menjadi hamba
yang merasa sangat membutuhkan Tuhan. Kita akan merasakan betapa
keagungan Tuhan begitu besar.

Malam-malam kita akan bertaburan tasbih, tahmid, dan tahlil serta takbir
yang menggema di dinding-dinding nurani kita. Mulut kita akan selalu
basah dengan zikir dan tilawah Al-Quran. Muka kita akan tertunduk sujud
di hadapan kebesaran Ar-Rahman.

Kita akan merasakan kekerdilan kita di hadapan kebesaran-Nya. Kita
berusaha mengadopsi akhlak-Nya dan meniru sifat-sifat-Nya. Agar kita
menjadi demikian peka dan cerdas menyikapi hidup ini dan agar kita
dengan jernih mampu memaknai kehidupan ini. Sebuah ladang amal untuk
akhirat.

Ramadhan akan menyuguhkan pada kita sikap God-sentristik yang kemampuan
untuk menjadikan semua urusan berpangkal dan berujung pada Tuhan. Karena
Tuhanlah kita melakukan sesuatu dan untuk Tuhanlah kita lakukan sesuatu
itu.. Dengan sikap ini, akan mampu membingkai pikiran dan kalbu kita
dengan keikhlasan serta kita mampu menguburkan rasa pamrih.

Dari jiwa kita akan lahir kerendahan hati dan terkubur rasa takabbur,
congkah, dan pongah. Dari diri kita akan lahir rasa syukur dan terkubur
sikap kufur. Dari jiwa kita akan lahir optimisme dan akan terkubur
pesimisme. Akan lahir sikap adil dan akan terkubur sikap zhalim.
Intinya, dengan kecerdasan spiritual yang kita bangun, kita akan menjadi
kosmik kecil dari sifat-sifat Allah. SQ ini akan membuat kita senantiasa
menyemburatkan nilai-niali rabbani.

Dengan Ramadhan, kita akan mampu menjernihkan dinding-dinding hati yang
kotor dan untuk selanjutnya mampu membersitkan kecerdasan spiritual.
Semoga puasa kita tahun ini diterima di sisi-Nya. Amien.

Sumber:
30 Tadabbur Ramadhan, MENJADI HAMBA ROBBANI, Meraih Keberkahan Bulan Suci

Penulis:
Dr. Achmad Satori Ismail, Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA
Samson Rahman, Tajuddin, MA, H. Harjani Hefni, MA
A. Kusyairi Suhail, MA, Drs. Ahlul Irfan, MM, Dr. Jamal Muhammad, Sp.THT

Source: IKADI

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s