ARTIKEL SERIAL RAMADHAN (Bagian ke-9)


RAMADHAN YANG BERTABUR HIKMAH

Demikian banyak keistimewaan yang ada di dalam bulan Ramadhan ini.
Andaikata tersingkap semua hikmah bagi manusia di depan matanya dengan
telanjang, maka pastilah dia akan berharap sebelas bulan sisanya menjadi
Ramadhan. Sederet keistimewaan bisa kita dapatkan dalam hadits-hadits
Rasulullah yang secara gamblang menggambarkan apa yang ada dalam bulan
suci ini. ..

Coba kita baca hadits berikut ini:

“Semua amal manusia untuknya, kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh
hingga 700 kali. Allah berfirman, “Kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku
akan membalasnya. Sebab ia meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumnya
karena Aku.” Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan:
kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan saat berjumpa Rabbnya.
Sesungguhnya bau mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Allah
dibandingkan bau kesturi” (HR. Bukhari Muslim)

Puasa demikian istimewa di mata Allah. Dia hargai puasa tanpa ada batas
pahala. Allah akan membalasnya sesuai dengan kadar takwa yang dia
persembahkan kepada Allah. Sesuai apakah puasa yang dilakukan seratus
persen untuk Tuhannya atau karena hal lainnya. Allah memberi harga yang
demikian mahal, bahkan sampai bau mulut mereka. Dia lebih harum dari
minyak kesturi. Sebuah penghargaan yang sangat luar biasa. Sebuah nilai
yang tiada tara. Puasa demikian spesial kedudukannya di sisi Allah.

Di bulan ini, doa-doa yang dipanjatkan pada Allah saat berbuka, tak lagi
ditolak. Waktu berbuka menjadi sangat istimewa di bulan ini. Doa-doa
yang terlontar dari mulut yang tidak lagi kotor dan belepotan dengan
kata-kata keji dan munkar, menjadi demikian berharga di sisi Allah.

Doa mereka tidak akan tertolak. Doa mereka akan tembus menembus
lapis-lapis langit menuju Sang Maha Pengabul doa.: “Sesungguhnya orang
yang berpuasa saat berbuka memiliki doa yang tidak akan tertolak” (HR.
Ibnu Majah). Doa mereka menjadi demikian mujarab. Doa mereka menjadi
demikian berbobot di sisi Allah.

Keistimewaan bulan ini terlihat dengan dibukanya surga Allah, ditutupnya
neraka-Nya, dan dibelenggunya syetan-syetan. Allah memberi kesempatan
bagi kaum muslimin untuk memburu surganya dan mengejar dengan kencang
karunia-karunia-Nya yang ditaburkan sedemikian rupa di bulan Ramadhan.

Bulan Ramdhan adalah penghulu bulan-bulan lainnya. Karena, bulan ini
adalah bulan merekahnya bunga ketaatan, semburatnya kedekatan pada
Tuhan. Bulan ini adalah bulan ampunan, rahmah, dan keridhaan.

Orang-orang yang berpuasa akan menjadi tamu VIP surga, sehingga dia akan
diperkenankan masuk secara khusus dari sebuah pintu yang disebut dengan
Ar-Rayyan. Dalam sebuah hadits ditegaskan, “Sesunggguhnya di dalam surga
itu adalah sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Darinya orang-orang yang
berpuasa akan memasuki surga dan tidak akan memasukinya kecuali orang
yang puasa” (HR. Bukhari – Muslim).

Kala orang-orang yang berpuasa masuk secara keseluruhan, maka pintu itu
akan segera ditutup kembali, dan tertutuplah bagi siapa saja untuk
memasukinya. Barang siapa yang masuk darinya, maka dia akan minum. Siapa
yang minum, maka dia tidak akan haus untuk selamanya.

Ramadhan menjadi demikian spesial, karena Allah turunkan Al-Quran yang
mulia di bulan ini. Allah turunkan Kitab Suci petunjuk ini di bulan ini.
Allah beri kesempatan kaum muslimin untuk memburu malam seribu bulan di
bulan yang suci ini, dengan melakukan i’tikaf di mesjid-mesjid. Allah
buka kesempatan agar manusia bisa menjadi laksana bayi yang baru
dilahirkan ibunya, tatkala dia sukses melakukan puasa.

Rasulullah bersabda,

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan
mengharapkan ridha Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Barang siapa yang menghidupkan malam-malam Ramadhan karena iman dan
mengharap ridha Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muslim).

Terbuka lebar bagi kita semua untuk bersih dari dosa-dosa masa lalu
kita. Kemudian, kita membangun gugus amal kita dengan lebih baik dan
lebih indah. Kita hapus dosa-dosa kita dengan amal-amal mulia yang Allah
perintahkan dan kita jauhi semua larangan Allah dengan sungguh-sungguh.
Puasa akan menjadi perisai diri dari neraka, laksana seseorang yang
memakai perisai saat berperang : “Puasa adalah perisai. Ia adalah
benteng dari sekian banyak benteng kaum muslimin.” (HR. Thabrani).

Bukti lain bahwa Ramadhan demikian istimewa adalah karena seseorang yang
melakukan ibadah umrah pada bulan ini, sama dengan melakukan ibadah haji
di bulan lain. Bahkan, Rasulullah juga menegaskan,

“Seutama-utamanya sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR.
Tirmidzi ).

Tak heran, jika Allah menjanjikan kepada setiap orang yang memberi buka
pada orang yang puasa, dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala
yang didapat oleh mereka yang puasa. Tanpa dikurangi sedikitpun pahala
itu dari orang yang puasa. Puasa juga akan memberikan syafaat pada
pelakunya di hari kiamat, Rosulullah saw. bersabda,

“Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat bagi seorang hamba di hari
Kiamat. Puasa akan berkata: Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari
makan dan minum pada siang hari. Sedangkan Al-Quran akan berkata: Wahai
Tuhanku, aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka
perkenankanlah syafaatku kepadanya. Maka syafaat keduanya
diperkenankan”. (HR. Ahmad).

Diantara sekian banyak yang mungkin bisa kita tangkap dan rasakan dari
ibadah puasa adalah bahwa dia menjadi sarana pembersihan jiwa, latihan
diri untuk menjauhi segala larangan-Nya, melatih diri menyempurnakan
ibadah kepada Allah semata. Puasa selain bisa membuat jasmani menjadi
sehat, sebagaimana dikatakan oleh para dokter, ia juga bisa menjadikan
aspek kejiwaan manusia mengungguli aspek materi. Unsur-unsu yang
memiliki sifat-sifat kehewanan menjadi terkuburkan. Sebab, saat itu
setiap pelaku biasa dilatih untuk sabar dan ikhlas hanya karena Allah.

Puasa akan membuat unsur tanah terkalahkan, sehingga dia tidak menjadi
laksana binatang. Ruhnya menguasai dirinya, sehingga dia melambung
tinggi menuju derajat para malaikat. Dalam puasa terdapat kemenangan ruh
atas materi, akal dan pikiran atas nafsu syahwat. Puasa berfungsi
mematahkan gelora syahwat dan mengangkat sisi nalurinya.

Puasa akan menajamkan rasa syukur nikmat kepada Allah. Saat dia lapar,
dia akan merasakan bahwa kenyang demikian nikmatnya. Saat dia haus, dia
akan merasakan betapa nikmatnya regukan air. Perasaan syukur nikmat ini
menjalarkan kerja-kerja solidaritas dan empati yang demikian besar
terhadap sesama.

Puasa memiliki sisi hikmah ijtimaiyyah. Karena pelaksanaan puasa
Ramadhan akan mengajak pada kasih sayang, persamaan, lemah lembut antara
seorang muslim dengan muslim lainnya.

Puasa juga akan melahirkan kecerdasan-kecerdasan dan kepekaan pikiran.
Sehingga disebutkan, bahwa barang siapa yang membikin perutnya lapar,
maka pikiran-pikirannya menjadi agung dan istimewa. Sementara itu,
Lukman Al-Hakim berkata kepada anaknya, “Wahai anakku jika perut telah
penuh sesak, maka pikiran akan tidur lelap dan hikmah (sikap bijak) akan
keruan dan tubuh akan menjadi demikian malas untuk beribadah.”

Maka sudah sangat pantas jika kita mengerti keistimewaan dan hikmah
Ramadhan, jika kita semua bertekad bulat untuk menjadikan Ramadhan ini
sebagai bulan zuhud, ta’abbud, berbuat kebajikan terhadap orang-orang
yang fakir dan miskin. Jadikan ia sebagai bulan menjaga pencernaan,
menjaga mulut, membersihkan jiwa dan raga. Jangan tunda untuk menjadi
hamba Allah yang selalu mengejar nikmat Allah. Mari kita telurusuri
lorong-lorong hikmah Ramadhan itu dengan antusiasme yang membara.

Sumber:
30 Tadabbur Ramadhan, MENJADI HAMBA ROBBANI, Meraih Keberkahan Bulan Suci

Penulis:
Dr. Achmad Satori Ismail, Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA
Samson Rahman, Tajuddin, MA, H. Harjani Hefni, MA
A. Kusyairi Suhail, MA, Drs. Ahlul Irfan, MM, Dr. Jamal Muhammad, Sp.THT

Source: IKADI

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s