Syukur dan Ikhlas ( Cerita Refleksi Dari Solong – Atjeh )


Awalnya seh Cuma mau ngopi bareng dengan temen2 sejawat dan temen2 kantor, tapi ternyata aq dapat ilmu yang sangat berharga dari niatan ngopi aq yang sebenarnya. Diawali dari pembicaraan kecil dari curhat seorang teman kepada seorang yang biasa kupanggil abang dikantor, dimulai dari cerita malam ampe pagi sang temen dengan abg ini yang mulai sekarang kita sebut lah, bung D. sebuah pertanyaan singkat dimalam itu memulai sebuah percakapan panjang antara sang teman dan bung D, sang teman dengan penasaran bertanya dengan bung D, kira-kira inti percakapanya begini :

 

Sang teman       : bung, aq bingung ne, orang tua ku, berpesan pada ku, kalo kamu ingin hidup bahagia, milikilah rasa ikhlas dan syukur, karena itulah yang membuat hidup berarti, tanpa kedua itu, hidup ini hanya menjadi sebuah proses penuaan tanpa kedewasaan, tanpa banyak menjelaskan, orng tua sang teman pun meninggalkan sang teman untuk berpikir, seakan-akan memberi kesempatan bagi anaknya untuk berpikir sejenak apa yang dy maksudkan dengan ikhlas dan bersyukur, dan ternyata apa yang dikatakan sang ayahpun pada saat itu membesit di hati sang anak, dan membuat dy berpikir untuk menemukan jawabannya, hingga akhirnya sang anak merantau kenegeri seberang untuk memenuhi kewajibannya menuntut ilmu. Menurut cerita sang temen pada malam itu kepada bung.

 

Bung D : bung D tersenyum sejenak, kemudian melemparkan beberapa pertanyaan kepada sang teman, kira-kira pertanyaanya begini, sang teman, menurut mu, apa yang dimaksud dengan bersyukur??apa yang dimaksud dengan ikhlas??

Kepada siapa kita melakukan syukur dan ikhlas??apa yang harus kita sykuri dan ikhlasi??

Dan kenapa itu menjadi penting dalam hidup ini??

 

“sang teman pun bingung, dy menjawab, pertanyaan pertama, kira-kira jawabannya begini, aku ingin belajar ikhlas itu dari ayahku, karena ayahku yang menyuruhku untuk berbuat ikhlas dan syukur, tanpa banyak basa-basi jawaban sang teman disambut sanggahan oleh bung D, bung D mengatakan, apa kamu yakin dengan jawaban mu itu??apa kamu pernah bertanya kepada orang tua mu, kenapa dan untuk siapa dy bersykur?? Sang teman pun menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu akan jawaban dari pertanyaan tadi..ada rasa ingin tahu yang besar dalam diri sang teman, bagaimana caranya mengerti apa itu ikhlas dan syukur, serta untuk siapa sebenarnya kita bersyukur dan ikhlas.

Kemudian Bung D menjelaskan, untuk mengetahui apa itu sykur dan apa itu ikhlas, terlebih dahulu kita harus tahu, untuk siapa sebenarnya kita melakukan kedua hal itu??setelah kita tahu untuk siapa, maka dengan mudah kita mampu untuk mengaplikasikan kedua hal itu.

 

Ikhlas dan Syukur, jika kita teliti lebih dalam sebenarnya hanya kita lakukan dan kita peruntukkan kepada sesuatu ZAT yang menciptakan dan memberikan kita semua anugerah ini, secara lebih khususnya lagi, kedua hal itu kita lakukan demi Tuhan, sebagai suatu tanda terima kasih yang luar biasa dari kita selaku manusia yang menciptakannya,

Sang teman pun diam sejenak untuk menanggapi dan menghayati apa yang dikatakan oleh bung D barusan.

 

Bapak, Ibu, Teman, Sahabat, dan yang lainnya, hanyalah perantara yang dapat kita jadikan acuan, bagaimana seharusnya kita bersyukur, karena jika kita mampu berpikir jernih, memiliki mereka, orang tua, teman, sahabat, guru dan yang lainnya adalah sebuah anugerah terbesar didalam hidup kita yang harus kita syukuri, karena mereka lah kita mampu mengerti arti hidup, karena merekalah kita mampu mengambil makna dari setiap tekanan hidup yang meradang, karena merekalah kita jadi sadar siapa kita sebenarnya , dan ini semua tidak terjadi serta merta tanpa ada konsep yang jelas, tapi ini semua sudah ditetapkan oleh Tuhan, jauh-jauh hari sebelum kita dilahirkan, langkah, jodoh, pertemuan, dan maut, itu semua sudah ditentukan oleh yang di Atas,

 

Konsep bersyukur dan ikhlas sebenar akan membawa kita mengenal siapa sebenarnya pencipta kita, siapa yang sebenarnya berada pada grand scenario suksesnya kita, siapa yang sebenarnya tahu, pada level apa kita masih mampu bertahan pada sebuah permasalahan, yang juga tahu tentang hidup dan matinya kita.

 

Berbicara pada tataran mau mengerti apa yang dimaksud dengan ikhlas dan syukur, secara tidak langsung kita juga sedang belajar pada sebuah proses yang terjadi tidak secara instant, proses untuk menemukan untuk SIAPA kita bersyukur inilah yang nantinya membuat kita lebih tahan pada kerasnya hidup, mampu menerima setiap permasalahan dengan lapang dada, lebih dewasa dalam mengambil kebijakan, dan hal-hal lainnya yang kemudian menjadikan diri dan hidup ini lebih berarti, dan disinilah semua bentuk aplikasi itu akan mengacu pada apa yang kita sebut ikhlas dan bersyukur.

 

Sang teman semakin bingung, dengan mulut terbuka, sang teman menggelengkan kepalanya untuk kedua kali, sebagai pertanda bahwa dy tidak mengerti sama sekali apa yang dikatakan dan diceritakan bung D barusan.

 

Bung D tetap melanjutkan ceritanya, sebenarnya kemampuan untuk melihat siapa diri kita, kenapa kita diciptakan, siapa yang menciptakan kita, dan bagaimana kita menghargai sang pencipta adalah sebuah jalan yang selama ini kita lupakan untuk menemukan jalan ikhlas dan syukur, sang teman mengangguk, pertanda paham, bung D tersenyum, hai sang teman, benar apa yang dikatakanya orang tuamu, hidup ini jadi ringan dan gampang untuk dilalui ketika hati ini sudah mampu untuk ikhlas dan bersyukur, dalam konteksnya kita sebagai manusia, maka akan ada dua hubungan, pertama hubungan dengan sang pencipta dan kedua adalah hubungan dgn manusia karena kita sebagai mahkluk social, dan ketika dalam kedua hubungan ini kita mampu untuk ikhlas dan bersyukur maka apapun itu masalahnya, apapun itu hambatannya, apapun itu halangannya, apapaun itu permasalahannya, tidak ada yang mampu membuat kita kehilangan arah dan akhirnya menghujat kehidupan melainkan semua cobaan itu akan membuat hidup ini akan semakin terasa sangat berarti, karena hingga kini kita masih mau diperhatikan oleh Tuhan lewat semua cobaan yang diberikannya kepada kita, dan satu lagi yang harus kita, sebuah syukur yang begitu mendalam karena hingga saat ini kita masih diberikan waktu untuk hidup walau hanya beberapa saat.

Sang teman pun tersenyum….dan mengatakan:

Sang teman       : bung D, terima kasih atas segala apa yang abg ceritakan barusan, itu sangat berarti bagi saya, sekarang saya paham, kenapa orang tua menganjurkan saya untuk mampu ikhlas dan bersykur, karena dibalik semua itu terdapat sebuah makna besar yang mungkin sekarang belum dapat saya jelaskan.

 

Dan malam pun berlalu………………..

3 thoughts on “Syukur dan Ikhlas ( Cerita Refleksi Dari Solong – Atjeh )

  1. Bung D

    wahhh keren…salut…ternyata dikau mendokumentasikan apa yg terjadi pada malam itu…semoga ini menjadi titik awal diskusi yg akan selalu kita bangun dan kembangkan dalam memaknai arti kehidupan di dunia ini sebagai bentuk persiapan bekal menuju ke alam yg lebih kekal…

    teruslah berkarya…karena sungguh Allah akan selalu menghargai setiap kerja keras HambaNya dengan caraNya sendiri…Allah Maha Tahu apa yang terbaik tuk HambaNya yang selalu ikhlas, bersyukur, berusaha dan berdoa tanpa mengenal waktu tuk berputus asa walaupun penghargaan itupun memerlukan waktu tuk meraihnya…

    Ingatlah Pesan Allah SWT :
    ” Selalu jadikan Sholat dan Sabar sebagai penolongmu….”
    ” Wahai Muhammad sampaikan kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang bersabar dalam ujiannya, sesungguhnya aku dekat dengan mereka…”

    ingatlah teman : “rezki dan nikmat orang-orang yg bersabar tidak akan pernah putus” (ini tergantung bagaimana kau melihat bentuk dari nikmat itu)

    salam hormat dan kebanggaan

    Bung Didi

    Reply
  2. ricisan

    terima kasih atas commentnya…

    semoga kita selalu menjadi uamt yang diberkahiNya….

    tidak hanya didunia, tapi juga di akhirat…..

    salam hangat…

    ricisan

    Reply
  3. jeEva joe bLAck

    Thx a Lot y om…
    moga qt sebagian dari org2 yg ngerti n bs selalu ngamalin syukur n ikhlas iTu…

    Reply

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s