Mesra di Atas Luka


Tak kusangka Mami ditinggal pergi

Ku berdoa sama Tuhan Yang Satu
Hari ke hari Mami menunggumu
Bila kuingat anakku yang kusayangi”

Syair ini dilantunkan perempuan 73 tahun, berwajah tirus, berkacamata, berkerudung, dan bertubuh kecil. Dinyanyikan mengikuti irama lagu Tenda Biru—dipopulerkan Desy Ratnasari pada era 19p0—Tuti Koto melantunkannya tiap kali kangen pada Yani Afri, putranya.

Dua belas tahun lalu, Yani hilang. Diduga ia menjadi bagian dari aktivis prodemokrasi yang diculik militer Orde Baru. Walujo Djati, korban penculikan oleh Tim Mawar Komando Pasukan Khusus, meyakini Yani bagian dari korban. ”Saya menempati sel yang sebelumnya dihuni Yani,” katanya kepada Tempo. Ia mengetahui itu dari Pius Lustrilanang—kini pengurus pusat Gerindra— yang mendiami sel di samping kirinya. Pius tahu, ”Karena, sebelum saya masuk, Pius sudah masuk duluan.” Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Tempo, Pius mengakuinya.

Dari 22 orang korban penculikan, hanya sembilan yang hidup. Anggota Tim Mawar telah dihukum. Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus, Letnan Jenderal Prabowo Subianto, telah pula diberhentikan dari dinas militer. Baik Prabowo maupun anggota Tim Mawar menyatakan hanya menculik sembilan aktivis yang kini selamat.

Setiap kali menyanyikan lagunya itu, Tuti Koto menangis. Tuti kini bekerja sebagai penjual air mineral. Ia tinggal di rumah panggung di atas empang di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Tua dan tak terawat, rumah kayu tiga kamar itu mulai doyong ke kanan. ”Kini anak saya tinggal empat,” ujar Mami, begitu Tuti biasa disapa.

Kamis siang pekan lalu, Mami berunjuk rasa di depan Istana Negara, mendesak pengungkapan kasus penculikan. Ikut dalam aksi tersebut aktivis kemanusiaan dari Argentina, Aurora Morea, 80 tahun, yang anaknya juga diculik tentara pemerintah dalam sebuah kerusuhan di negara Amerika Latin itu.

Mami masih ingat, Yani hilang tiga hari menjelang Pemilihan Umum 29 Mei 1997. Saat itu anak yang memberinya dua cucu itu berumur 27 tahun. Sehari sebelum lenyap, Mami mendengar kabar Yani ditahan di Kodim Tanjung Priok. Yani kala itu aktif sebagai simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri. Sehari kemudian Yani dikabarkan dilepas dari tahanan Kodim, namun kembali ditangkap dan raib hingga kini.

Bersama massa saat itu, Yani aktif turun ke jalan, berunjuk rasa menentang rezim Orde Baru. Bagi Mami, Yani bukan murni aktivis partai melainkan hanya ikut-ikutan. Ia malah mempunyai kartu anggota Partai Golkar—sesuatu yang dianggap bisa memudahkan mencari pekerjaan.

Beragam langkah telah ditempuh Mami untuk meminta kejelasan tentang nasib anaknya. Bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) serta Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia, ia mendesak pemerintah mengungkap penculikan itu. Namun, saat Megawati menjadi presiden, Mami merasa tidak mendapat bantuan apa pun, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Untuk menyampaikan unek-unek ke Presiden Megawati, ia bersama keluarga korban penculikan tak diizinkan masuk Istana. ”Semua cuma omong besar,” katanya.

Ketika televisi menayangkan Megawati bersalaman akrab dengan Prabowo Subianto, Mami kian bingung. Mega dari PDI Perjuangan dan Prabowo dari Partai Gerindra sepekan terakhir memang tengah mengusahakan membangun koalisi menghadapi pemilu presiden. Dalam pertemuan di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta itu, tampak pula mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Purnawirawan Wiranto, yang kini memimpin Partai Hanura.

Di mata PDI Perjuangan, soal penculikan adalah masa lalu. ”Kami tidak bisa menolak silaturahmi politik. Suara Partai Gerindra cukup besar, jadi harus dipertimbangkan,” kata Sekretaris Fraksi PDIP di DPR Ganjar Pranowo. Selain itu, katanya lagi, ”Masyarakat kita kan pemaaf atas hal-hal yang sudah lewat.”

*dari millist KoNTRAS

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s