Menciptakan Ruang dan Jarak Dalam Hubungan


Menjalin suatu hubungan ibarat kita sedang menari dengan pasangan. Kadang kita akan sangat dekat sekali, seolah tidak terpisahkan. Saling berpegangan dan berpelukan. Kadang akan saling menjauh. Mengambil jarak yang kita butuhkan. Membiarkan ruangan diantara kita menjadi terbuka. Menciptakan suatu ruang di antara kita untuk berimprovisasi. Ruangan untuk berekspresi. Sebuah ruangan yang kita butuhkan untuk bergerak bebas. Sebuah jarak yang kita butuhkan untuk introspeksi. Suatu tempat yang bisa kita gunakan untuk mencari inspirasi bagi hubungan kiat. Melihat apa yang sudah kita berikan pada pasangan, dari sudut pandang yang lebih luas. Ketika kita terlalu dekat, sudut pandang kita terlalu sempit. Akibatnya penilaian kita menjadi lebih subjektif. Saat kita menjauh, kita bisa melihat lebih menyeluruh. Hal ini dibutuhkan untuk lebih objektif.

Keseimbangan antara jarak dan kebersamaan dalam suatu hubungan sangat penting. Diperlukan sebuah usaha dan komunikasi yang intensif untuk menjaga keseimbangan ini. Karena kebutuhan akan kebersamaan ini berbeda antara kita dan pasangan. Dan bisa berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu. Ada kalanya, kita menghendaki lebih dekat, sementara pasangan kita justru ingin menjauh. Ataupun sebaliknya, saat kita sedang ingin mengambil jarak, pasangan kita justru ingin lebih dekat. Hal ini seperti sebuah gerakan sepasang penari, dimana yang satu seolah-olah mengejar yang lain. Perlu pemahaman yang luas, agar tidak ada pihak yang merasa jadi korban. Merasa dituntut untuk mendekat atau pihak yang disalahkan. Tidak ada yang salah, ini adalah sebuah proses dari kebutuhan kita terhadap pasangan.

Ada kalanya kita dan pasangan kita mempunyai gelombang emosi yang sama. Sama-sama ingin lebih dekat. Ini akan menjadi momen yang sangat menyenangkan. Seolah-olah dunia ini milik kita berdua. Tetapi ada kalanya, kita dan pasangan sama-sama menginginkan sebuah ruangan terbuka di antara kita. Hati-hati. Apabila kita tidak mempunyai pemahaman yang sama akan hal ini, bisa berakibat buruk bagi hubungan kita. Kita harus memperhatikan irama yang kita ciptakan. Kita perlu menyadari kapan waktunya untuk mendekat kembali.

Keseimbangan antara kebersamaan dan jarak dalam suatu hubungan tergantung pada pribadi masing-masing pasangan. Tidak ada yang serasi dan sempurna. Tetapi usaha yang jujur dan tulus, tidak menuntut dan menghakimi, untuk mencari keseimbangan itu akan menjadikan hubungan kita seperti sebuah tarian yang indah, yang layak kita bawakan dan layak untuk ditonton. Menjadikan hubungan kita sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan dan dipertahankan. Yang pada akhirnya menciptakan kebahagiaan bagi kita dan pasangan kita.

sumber : klik disini

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s