Ingkar pada keluhan


*Ricky A.T

“Diatas kesempurnaan, kita masih saja bisa mengeluhkan apa yang terjadi dan diberikan hari ini oleh sang Pencipta”

Berawal dari ketiadaan yang kemudian bertransformasi menjadi sesuatu yang sempurna, kita sesungguhnya makhluk yang tercipta dan lahir dengan semilyar keagungan yang hingga kini tak mampu dijelaskan. Lihat saja bagaimana otak bekerja, bagaimana miliyaran sel dalam tubuh saling berkoordinasi dengan baik untuk kemudian saling melengkapisecara otomatis dalam melakukan yang yang kita(manusia) perintahkan, lihat saja fungsi mata yang luar biasa, binar-binar indah berbentuk bola itu, mampu merubah fokus dengan cepat tanpa perlu diperintah, dan lihat kita sekarang…?
Dalam segala kesempurnaan yang terkadang (tidak) kita sadari ini, yang keluar dari mulut sering kali adalah sumpah serapah pada keadaan yang tidak sesuai dengan mimpi semalam atau harapan yang dinantikan.

Sering kali terjebak pada anggapan bahwa hanya kita yang mendapat semua (masalah) ini, tanpa mau melihat secara objektif, kalau semua ini adalah sebuah proses menuju tingkatan yang lebih baik.

Sebuah tingkatan yang didamba banyak orang, sebut lah saja “kedewasaan”, bagiku itu sebutan yang tepat bagi harapan banyak orang didunia ini (termasuk aku). Dalam sebuah kesempatan duduk dengan seorang sahabat yang umurnya 7 tahun lebih tua dari ku, beliau menuturkan sebuah kata, kira2 begini bunyinya “orang yang umurnya belum 25 tahun, tidak pernah akan dewasa dalam berpikir dan bertindak”, ungkapan yang dalam dan penuh tanda tanya, apakah memang kedewasaan itu ditentukan oleh usia, atau aku nya yang terjebak dan tak berpikir dengan metode out of the box untuk kemudian memahami kalimat itu dengan lebih tepat!, pikirku pilihan kedualah yang benar.

Ayo bung, coba ingat sekali lagi dan pahami lagi maksud kalimat itu (pekik ku dalam hati)..l
lama mencari, mencoba membuka kembali rangkaian buku yang pernah kubeli beberapa tahun silam yang didalamnya mengajarkan banyak kedewasaan universal yang menurutku tepat untuk dipahami, setelah lama mencari dengan membolak-balikkan lembaran buku yang berdebu itu, aku menemukan sebuah kalimat yang kira-kira isinya seperti ini “menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah pilihan” ya kalimat itu tepat sekali, siapa saja pasti akan tua, lalu apakah dengan tua kita menjadi dewasa, Tidak!. Aku semakin paham, kenapa sahabat diatas menuturkan demikian, dengan pengalaman hidup yang dia punya, dengan seabrek keputusan yang pernah dia buat, setidaknya setiap orang membutuhkan waktu dan proses untuk menuju pada kedewasaan, kedewasaan itu akan semakin matang seiring waktu yang terus melaju.

Aku termenung sejenak, dan kemudian kembali mengayunkan jari ini diatas papan keyboard komputer sebuah warnet, kedewasaan dan rasa syukur sangat erat kaitannya, dan mereka saling melengkapi dalam kehidupan setiap manusia, jika membaca kembali pernyataan diatas “Diatas kesempurnaan, kita masih saja bisa mengeluhkan apa yang terjadi dan diberikan hari ini oleh sang Pencipta”

Aku yakin, bahwa ratio seseorang dalam mengeluhkan situasi dan kondisi yang dihadapinya akan berbanding seimbang dengan tingkat kedewasaan yang dimilikinya, semakin dewasa kita dalam memaknai semua yang terjadi dengan rasa syukur, sebenarnya adalah wujud pengingkaran pada sikap “mengeluh”.

Jadilah sosok yang dewasa dengan apa yang kita punya saat ini, semua manusia punya peluang yang sama untuk menjadi dewasa, tinggal kemudian menunggu dan/atau menentukan kesempatan (moment) yang ada, sehingga kita tak perlu lagi menjadi manusia yang selalu mengeluhkan apa yang terjadi tanpa mau mensyukuri apa yang selalu diberi.
Stop Complaining!!!

sumber : pena-keadilan

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s