Tak cukup hanya Doing More, but Doing better


Tadi malam, secara tanpa sengaja setelah menonton sebuah tayangan pendidikan di Planet Animal, saya menekan remote kontrol dan memilih stasiun televisi Metro TV, ternyata iklan, dan hampir saja saya memindahkan siaran ke channel yang lain, namun pada saat ini sebuah tayangan yang tak asing lagi setiap malam senin yaitu Mario Teguh Golden Ways (MTGW), saya suka tayangan ini, karena selalu saja ada semangat baru dan jiwa yang bahagia selepas menonton acara ini.

Tadi malam, saya memang tak sempat mengikutinya dari awal, dan pada saat saya menontonnya, acara itu sampai pada sesi tanya jawab, dan seorang peserta bertanya yang pada intinya jika tak salah saya menangkap, “dimana letak kesempatan seseorang untuk lebih baik dari orang lain, apakah itu dalam pekerjaan maupun hal lainnya”  seelah bertanya, sang moderator mempersilahkan pak mario untuk menjawab, dengan singkat, padat dan sangat jelas beliau menegaskan, orang-orang yang mau berbuat lebih baik, dan tak hanya berbuat lebih banyak akan menjadi lebih baik dan juga dilebihkan dalam banyak hal oleh Tuhan, setiap orang pada dasarnya memiliki kesempatan dalam jumlah waktu yang sama, lalu yang membedakan setiap orang adalah, mereka tak hanya berbuat sesuai yang di haruskan, namun mereka berbuat lebih baik pada apa yang menjadi kewajiban mereka, itulah yang kan membuat setiap orang akan berbeda (lebih baik) dari pada yang lainnya.

Sangat sepakat dengan sang motivator (mario teguh) kemampuan kita untuk berbuat terbaik sangat dituntut, terkadang setiap orang hanya menjalankan dan melakukan seperti apa yang dimau banyak pimpinan atau bosnya, tanpa mau berimprovisasi untuk hasil yang lebih baik, dan hal ini dilakukan banyak orang karena itulah salah satunya cara untuk terbebas dari yang namanya “kesalahan” atau “resiko”. Pada masa sekarang ini, berbuat banyak ( doing more ) tidak lah lagi cukup, harus ada kemampuan untuk berbuat terbaik (doing Better), karena hal ini lah yang kan menjadi nilai tambah (added value) bagi setiap orang, dan pastinya nilai ini lah yang kan membedakan.

Belajar dari beberapa hal diatas, magrib tadi, saya mengalami peristiwa yang tidak jauh-jauh dari cerita mario teguh diatas, ketika keluar dari kantor untuk pergi dengan niatnya ngopi bersama teman-teman di sebuah warung kopi miliknya, awalnya saya tidak merasakan keanehan di ban roda belakang saya, belum jauh perjalanan itu berlangsung, kendaraan saya sedikit oleng, saat itu saya baru sadar bahwa ban motor saya agak kempes dan feeling saya saat itu, kemungkinan besar kempesnya itu karena bocor, saya terus berjalan hingga menemukan sebuah tempat yang menyediakan jasa Tempel Ban, layaknya kebanyakan orang lainnya, yang diinginkan pasti yang terbaik.

Saya datang dan mengatakan, ban nya mungkin bocor, karena tiba-tiba kempes sendiri, sang tukang pun datang dan langsung membuka ban tersebut, saya Cuma melihatnya, setelah ban bagian dalam berhasil dikeluarkan, dan biasanya akan ditempel dengan cara dimasak (diletakkan atas tungku api yang berlapiskan besi), dari awal saya cuma melihat tanpa bersuara atau memprotes cara kerja sang tukang, saat ban siap dimasak (dan itupun hanya dalam itungan menit) saya melihat sebuah keanehan, yang pertama, kok cepat sekali masaknya (pengalaman saya beberapa kali tempel ban, lebih lama dari yang tadi) yang kedua, saya sangat yakin hasilnya tak kan optimal, karena tempelan karet di ban yang digunakan untuk menutup lubang di karet ban pasti tidak akan tertempel dengan benar, dan dugaan saya benar, ketika ban akan dimasukkan, saya mendekati sang tukang dan meminta lihat apa yang sudah dikerjakannya, ternyata benar, sedikit sentuhanm karet tempelan itu langsung lepas dan terbuka, dengan sigap saya meminta untuk ditempel ulang, mau tidak mau, sang tukang pun bersedia, untuk kedua kalinya dia lebih berhati-hati dan sambil memperhatikan saya, dia terus bekerja, tungku api sudah dipersiapkan dan ban pun sudah dipasang karet yang akan dimasak, kali ini pembakarannya lebih lama, setidaknya lebih baik dari yang tadi, al hasil ban pun masak dengan sempurna tanpa ada bocor dikiri dan kanan tempelan, saya pun bergegas pulang.

Disela-sela  menunggu sang tukang kecil (adiknya si tukang besar) menyelesaikan pekerjaannya, saya melihat sang tukang besar menggunakan tungku api yang sebelumnya digunakan untuk memasak ban saya, lalu digunakan untuk memasak kembali ban dari kendaraan seorang bapak yang baru sampai, keanehan pun terulang lagi, tungku api itu tidak lagi dipanaskan oleh tukang besar, hanya menunggu beberapa saat (perasaan saya itu tak sampai semenit), si tukang besar pun langsung memasang ban yang dimasak tanpa api (hanya berharap dari panas yang sudah ditungku) dan menjumpai bapak itu dan mengatakan “tempelnya sudah selesai pak!”, bapak itu kelihatan ragu, namun tetap mempercayai si tukang besar kemudian berlalu pergi.

Cerita diatas hanya ilustrasi dimana sang tukang (termasuk kita semua,) hanya fokus pada kuantitas kerja, atau pada banyaknya apa yang harus kita kerjakan tanpa pernah mau berpikir tentang kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Doing more n better adalah sebuah konsep ikhlas berbuat, pemimpin sebenarnya juga akan mengapresiasikan hasil kerjaan yang sesuai tuntutannya, namun hasil yang maksimal (berkualitas dan terbaik) akan diapresiasi dengan nilai yang terbaik pula. Setiap manusia diberikan jumlah waktu yang sama oleh TUHAN, 24 jam ya itulah waktu yang kita miliki seumur hidup, dan ketika kita bekerja dengan prinsip “do more” (lakukan lebih banyak) maka sebanyak apapun itu, waktu akan membatasi kita, Cuma 24 jam. Yang bisa kita lakukan adalah dengan melebihkan semangat dan kualitas kerja kita, kita memang tak mampu lebih dalam kuantitas, namun dalam kualitas kita diberikan kesempatan yang besar.

Belajar dari pengalaman tempel ban diatas, dari pekerjaan kecil hingga besar atau apapun bentuknya, doing better adalah konsep terbaik yang harus kita terapkan, orang-orang yang puas akan hasil kerja kita, secara otomatis akan kembali mencari kita ketika dia membutuhkannya, percaya atau tidak, menurut mario teguh, orang-orang yang melebihkan dalam pekerjaan akan mendapatkan lebih dari pada orang lainnya….amin

2 thoughts on “Tak cukup hanya Doing More, but Doing better

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s