Takut karena Takut…


Kawan, kalau kau takut pada hasil akan sesuatu yang akan kau lakukan, lalu memutuskan untuk berhenti disini, kapan kau pernah tahu, apakah keputusanmu untuk berhenti karena “ketakutan” itu benar atau salah..?!

Itulah sebuah kalimat pendek yang terlintas dipikiran saya, rencananya untuk dituliskan di update status facebook, namun saya memilihnya untuk menuliskannya aja. Dengan usia yang sedang beranjak 25 tahun, banyak ketakutan dalam berbagai versi yang sedang saya alami, takut bagaimana nanti masa depan yang belum jelas gimana, takut untuk memilih jalan hidup yang tepat, takut untuk memulai usaha untuk masa depan hingga takut bagaimana nanti setelah menikah, apakah saya mampu memberikan anak orang (istri saya) makan (nafkah) atau tidak.

Ketakutan itu bukan saat ini saja terdeteksi kehadirannya di hati dan pikiran saya, namun sudah berkali-kali dan beberapa minggu ini kedatangannya lebih sering, mungkin karena semakin meningkatnya harapan tau cita-cita dari dalam diri, atau adanya tekanan dari yang lain, saudara, keluarga ataupun dari yang lainnya. tapi yang pasti, semua hal itu menimbulkan kegalauan yang mendalam…

Rasa takut, sebenarnya, jika ingin dikelola, merupakan sifat naluriah manusia untuk menghalanginya dari sesuatu yang akan mencelakainya jika tetap dilaksanakan, ataupun dari rasa bersalah (penyesalan) dari perbuatan yang sebenarnya takut untuk dilakukan. Rasa takut menjadi sebuah sifat proteksi manusia secara alamiah, dan dimiliki oleh seluruh manusia dibumi ini, bayangkan saja ketika rasa takut itu tak ada, pasti kekacauan akan timbul dimana-mana.
Kepastian yang tak pasti
Sifat manusia, selalu mengharapkan sebuah kepastian, karena kepastian lah yang menjadi tujuan, maka dari itu sedikit sekali ada yang mau melakukan sesuatu tapi tidak memiliki kepastian, kita lebih memilih melakukan hal-hal yang susah dan berat namun pasti, dibandingkan melakukan hal-hal kecil dan ringan namun tak pasti ujung dan tujuannya. Kepastian menjadi justifikasi utama otak dalam merencanakan cita-cita, impian dan usaha, lihat saja, apakah ada yang ketika kecil sudah mencita-citakan diri menjadi (maaf sebelumnya) pengangguran, atau preman?? Saya rasa pasti tidak ada, kita merencanakan sesuatu karena kita yakin akan ada sesuatu yang besar dan bisa didapatkan dari rencana yang telah disusun itu. Percaya atau tidak, setiap kita yang beranjak memasuki usia muda terus tua akan menyiapkan berbagai rencana yang tujuannya itu pasti, nah lalu bagaimana dengan rencana yang ujung-ujungnya itu tak pasti alias abstrak…? Dimana semua impian yang direncanakan itu ternyata memang tak tertebak ujungnya, apakah kita berhenti untuk bermimpi atau sekedar untuk terus mau berbuat demi mimpi itu..?
Perjalanan Kesabaran dan Keyakinan
Memulai sub judul diatas, sebagai bagian menyelesaikan beberapa pertanyaan diatas, saya ingin mengambil sebuah kalimat menarik (mungkin pun pepatah), “kita tak pernah tahu ujung atau hasil dari apa yang kita inginkan, jika kita hanya berdia diri tanpa mau berbuat apapun”, beranjak dari kalimat itu, sudah seharusnya, yang ditanamkan dalam diri adalah keyakinan dan kesabaran, karena tidak mungkin didunia ini semua orang itu gagal, pasti selalu ada mereka yang berhasil diantara mereka yang gagal, pelajaran ini lah yang harusnya menjadi pedoman dalam setiap kesempatan yang telah kita ambil, ketika salah karena mencoba, lakukan lagi, lagi, lagi dan lagi. Ketika gagal dalam mencapai apa yang diinginkan, lanjutkan lagi dengan cara yang berbeda, ganti strategi dalam mengejar mimpi, mungkin perlu sedikit inovasi untuk bisa meraih cita-cita dan harapan dalam hidup ini, jangan pernah berpasrah diri apalagi diam saja, kesempatan yang telah kita lewatkan tidak pernah datang dua kali dengan peluang yang sama.

Sebenarnya, ketika kita memutuskan untuk berhenti dan tidak mencoba lagi naik ke bus perjalanan menuju cita-cita, kita telah melakukan yang suatu saat akan sangat kita sesali, hidup ini keras dan memang perlu perjuangan untuk mencapainya, rintangan dan tantangan harusnya menjadi nuansa dalam tapak tilas sejarah kehidupan yang akan kita banggakan dihari tua, bukan malah menjadi penghambat kita dimasa muda untuk berjaya, sehingga pesan sahabat diatas bisa kita jawab dengan berani “aku tak takut salah untuk mencoba apa yang aku inginkan, hari ini tak pernah kembali lagi sama seperti esok, berbuat terbaik hari ini adlah pilihan, dan itu adalah pilihanku, jika salah, mohon bimbing aku untuk tak salah lagi dilangkah selanjutnya, jika sudah benar, marilah beriringan bersamaku untuk meraih apa yang selalu kita impikan”

Penulis : Ricky A.T/ricisan

2 thoughts on “Takut karena Takut…

  1. arik

    jangan pernah takut untuk bertindak………….segala sesuatu pasti ada RESIKOnya

    tidak ada hal yang mudah untuk menjadi sukses

    pilihan cuma 2; SUKSES atau MUNDUR

    Reply

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s