(Lupa) Caranya Bahagia


imagesSeringnya kita melupakan makna kebahagiaan, mungkin juga kita sudah tak ingat bagaimana rasanya bahagia, siang ini, saya membaca status seorang sahabat

“bahagia adalah tampil telanjang, apa adanya. Tidak perlu berusaha untuk terlihat baik, hebat, dan mengesankan orang lain. Jika takut tampil telanjang, berarti takut untuk memilih bahagia”

dengan makna yang tegas dan bahasa yang lugas, kebahagiaan berarti tampil apa adanya, tak perlu ada yang disembunyikan, tak perlu ada yang dipoles agar telihat lebih baik, dan juga tak perlu ada yang ditambah-tambahkan karena berbagai kekurangan..


Hidup menghadirkan banyak pilihan cara menjalaninya, sebagian orang mengisinya dengan tawa canda bahagia dan mensyukuri sekecil apapun rezeki yang diterimanya serta menghargai kondisinya saat ini, sebagian lainnya hadir dengan meratapi penuh keluh kesah yang sudah menjadi bagian hidupnya bertahun-tahun, selalu saja ada yang salah, selalu saja ada yang kurang, tak pernah lengkap apalagi sempurna, mereka larut dengan mencaci maki kehidupan dan Tuhan, seakan semuanya selalu kurang…

Kita sudah tidak percaya lagi dengan kesederhanaan dan justru menyukai sesuatu yang rumit, karena berpikir harus ada syarat tertentu untuk mendapatkan sesuatu. Makin besar syarat yang bisa dipenuhi semakin baik hal yang akan kita dapatkan. Kita melupakan bahwa setiap syarat yang ditambahkan dalam hal apapun di setiap aspek kehidupan kita, akan MEMBEBANI kebahagiaan tersebut.

Ada banyak pilihan dalam hidup yang dapat kita ambil dan nikmati, namun seringnya kita terjebak untuk memilih membebani diri dengan hal-hal yang bukan seharusnya, beban itu terbentuk dari banyaknya harapan yang kita bentuk sendiri, baik dengan sadar maupun bawah sadar, hingga tak ada waktu untuk menikmati indahnya hari ini.

Mari ingat kembali, tak ada seorang pun yang mampu memprediksi kehidupan, dan siapa yang kan turun dihalte berikutnya…

harusnya kita lebih bersyukur dan menikmati semua yang ada saat ini, karena bisa saja esok pun tak kembali…

dan dengan semua anugerah yang sudah diberi, masihkah kita bersedih dengan meratapi kehidupan ini..?

ricisan

2 thoughts on “(Lupa) Caranya Bahagia

    1. ricisan

      tantangan, jika dilihat dari sudut pandang yang lain, maka itu merupakan sebuah indikator kebahagiaan, sebagian dari mereka bahkan merasa, tanpa tantangan, maka tak ada kebahagiaan, mreka yang telah terbiasa melewati tantangan, maka hidupnya akan jauh lebih baik dari mereka yang hidupnya biasa saja…terima kasih.
      ricisan.

      Reply

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s